Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

10 Januari 2020, 07: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Warga terdampak banjir menjalani pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan yang didirikan Puskesmas Dawarblandong, Kamis (9/1). (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski banjir di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto telah surut, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap mendirikan posko kesehatan. Pasalnya, warga terdampak mulai terserang berbagai penyakit pascabanjir.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Mojokerto Eka Yuli Setyawan menjelaskan, posko kesehatan didirikan sejak tiga hari lalu. Tepatnya, saat air merendam dua dusun di Kecamatan Dawarblandong akibat luapan Sungai Lamong. Tepatnya, melanda Dusun Klanting, Desa Pulorejo, dan Dusun Balong, Desa Banyulegi. ”Posko kesehatan langsung di bawah kendali Puskesmas Dawarblandong,” terangnya kemarin.

Dia menyebutkan, posko kesehatan tersebut masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Upaya itu dilakukan guna mengantisipasi adanya penyakit pascabanjir. Disamping menyiagakan tenaga medis, di posko tersebut juga telah disiapkan berbagai kebutuan obat-obatan. ”Kita buka pelayanan untuk cek darah juga,” ujarnya. Kepala Puskesmas Dawarblandong Ninik Munawati menambahkan, setelah air surut, warga terdampak bencana banjir mulai mengalami sejumlah penyakit.

Oleh karena itu, pihaknya masih terus menyiagakan posko kesehatan hingga hari ini. ”Posko kesehatan kita buka sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” paparnya. Dia menyebutkan, setiap hari pihaknya menerjunkan petugas kesehatan untuk stand by. Masing-masing terdiri dari perawat dan juga bidan desa. Dia menyebutkan, pascabanjir memang cukup rentan bagi warga terdampak terpapar penyakit.

Selain akibat faktor kebersihan lingkungan yang belum sepenuhnya higienis, keluhan juga bisa dipicu akibat dari daya tahan tubuh yang mulai menurun. Yang menjadi atensi adalah penyakit kulit. Setidaknya, sebut Ninik, kemarin sudah ada 25 pasien yang mendapatkan penangan di posko kesehatan.

”Keluhan yang paling banyak adalah gatal-gatal, pusing, dan pegal linu,” tandasnya. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pelayanan bagi warga yang membutuhan penanganan lebih intensif. Pasien akan dirujuk ke Puskesmas Dawarblandong atau ke rumah sakit terdekat. Namun, sejauh ini warga hanya mengalami gejala penyakit ringan.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia