Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kabut Tebal Selimuti Kawasan Pacet

06 Januari 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

HANYA PUTIH: Kabut tebal menyelimuti kawasan Pacet. Seperti di sepanjang jalur menuju Cangar, Minggu (5/1). Jarak pandang yang sangat dekat mengakibatkan potensi kecelakaan. (Shalihin/radarmojokerto.id)

Kucuran hujan di wilayah Mojokerto terus mengalami peningkatan. Sejak pergantian tahun, hujan setiap hari membasahi bumi Majapahit. Bencana pun menghantui. Kabupaten maupun kota. Seperti, longsor, banjir, dan angin kencang.

Minggu (5/1), kabut tebal menyelimuti kawasan pegunungnan, Pacet. Mulai muncul sekitar pukul 16.00. Diawali hujan rintik diiringi angin kencang. Sekitar 30 menit kemudian kabut disusul hujan lebat.

Saking tebalnya, kawasan Pecet, tepatnya di jalur arah Cangar, tertutup kabut putih. Penglihatan mata pun tak mampu menembus. Meski demikian, sejumlah wisatawan tetap nekat menerobos. Padahal lampu kendaraannya terlihat suram. Beruntung, tidak sampai menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Namun, tak sedikit yang memilih berhenti. Berteduh di warung. Menunggu hujan reda, juga kabut menipis. Sedangkan, sejumlah relawan terus siaga di pinggir jalan memberikan imbauan kepada wisatawan agar tetap waspada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, mengatakan, fonomena ini kerap terjadi awal musim dingin. Terurama wilayah pegunungan.

Sebab, terik matahari selama musim kemarau kemarin terus memberikan pemanasan ke sejumlah pegunungan. Sehingga, jika dibasahi seperti awal tahun ini, maka gunung secara otomatis akan mengeluarkan kabut. ’’Fenomena kabut di bukit atau gunung terbentuk karena saat udara yang hangat melewati lereng gunung yang dingin,’’ jelasnya.

Zaini menuturkan, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem seperti ini akan terjadi sekitar seminggu ke depan. ’’Cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi sepekan ke depan,’’ katanya.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Seperti, banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. ’’Dengan adanya cuaca ekstrem seperti ini kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada,’’ katanya.

Sekitar pukul 17.30, kabut tebal itu hilang. Tapi hujan masih mengguyur dan angin kencang menerpa. Kondisi tersebut bertahan sekitar 30 menit.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia