Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Harga Cabai Merah Makin Pedas

04 Januari 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto sedang melayani pembeli cabai, Jumat (3/1). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sejumlah kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan di awal tahun ini. Peningkatan itu terjadi pada komoditas bahan pangan bumbu dapur. Di antaranya menyentuh harga cabai yang kini mengalami lonjakan cukup segnifikan.  Bagaimana tidak, harga si pedas yang meroket ini mengakibatkan konsumen harus pandai mengatur keuangan agar lebih hemat.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di Pasar Tradisional Pasar Tanjung Kota Mojokerto, harga jual cabai merah mencapai angka Rp 50 ribu per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya harga jualnya masih Rp 32 ribu per kg. Pun demikian dengan cabai rawit, juga mengalami lonjakan harga. Dari sebelumnya Rp 36 ribu sekarang menjadi Rp 45 ribu per kg.

”Naiknya mulai tahun baru kemarin,” kata Mahmudi 47, pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, kemarin. Menurutnya, makin pedasnya harga jual cabai ini disebabkan oleh tidak adanya pemasok dari lokal Mojokerto sendiri. Bahkan,pasokan dari luar Mojokerto per lahanmulai berkurang.

Sementara, kebutuhan masayarakat akan bumbu dapur semakin membeludak. Utamanya, di momen-momen tertentu, seperti perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) lalu. ”Semua (pasokan) cabai dari luar Mojokerto. Seperti Banyuangi,” terangnya. Pedagang lainnya, Firman menambahkan, lonjakan ini merupakan dampak dari tingginya harga jual di pasar nasional yang disebakan oleh banyaknya permintaan. ”Jadi, di pasar lokal itu jatahnya berkurang karena banyak dikirim ke Jakarta,”terangnya

Selain itu, salah satu faktor yang memicu terjadinya lonjakan adalah cuaca ekstrem. Meski sekarang sudah memasuki musim panen, namun saat ini wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Tentunya hal itu berpengaruh terhadap hasil panen cabai yang diharapkan petani. ”Bulan satu sampai bulan dua ini musim panen. Tapi, kemungkinan banyak rusak karena hujan,” jelas Mahnudi

Sementara itu, komoditas lainnya turut mengalami lonjakan. Seperti bawang putih. Namun, harga jualnya tidak setinggi cabai. Bawang putih hanya mengalami kenaikan Rp 2 ribu. Yakni, dari Rp 26 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg. Hal ini, berbalik arah dengan pasangan komoditas serupa. Bawang merah justru mengalami penurunan harga. Dari sebelumnya dijual Rp 32 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg.

Sementara, tomat turut mengalami lonjakan harga sekitar Rp 2 ribu. Dari semulaRp 8 ribu sekarang menjadi Rp 10 ribu. ”Kalau bawang merah harganya tidak stabil. Kadang turun kadang naik. Tergantung banyaknya bawang yang dikeluarkan petani” tandasnya.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia