Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Wali Kota Tebang Tujuh Reklame Hantu

03 Januari 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari didampingi Kasatpol PP Heryana Dodik Murtono saat memimpin pembongkaran reklame liar di Jalan Majapahit. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari kembali memimpin eksekusi reklame liar, kemarin. Tujuh reklame hantu atau tidak diketahui pemiliknya itu ditebang satpol PP.

Salah satu yang disasar adalah reklame di Simpang Jalan Raden Wijaya-Jalan Mojopahit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Papan iklan jenis billboard berukuran sekitar 4 x 6 meter di depan Bentar Swalayan itu dirobohkan paksa.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, mengatakan, pembongkaran media iklan visual itu merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP); satpol PP; serta Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Mojokerto.

Diketahui, dari 121 reklame di Kota Onde-Onde, 54 di antaranya terindikasi bodong alias tak mengantongi izin. Sebelumnya, satpol PP telah memberikan teguran dengan menempel papan peringatan di seluruh reklame tersebut. ’’Kita tempeli stiker untuk konfirmasi apabila dari 54 (reklame) itu ada yang merasa memiliki,’’ terangnya usai melakukan eksekusi, kemarin.

Pemkot memberikan batas akhir hingga 27 Desember 2019 lalu. Namun, kata dia, sebagian besar mangkir dengan tidak mendatangi kantor satpol PP. Pihaknya mengaku tidak mentolerir bagi puluhan reklame yang belum melakukan konfirmasi.

Ning Ita menyebut, sebagai langkah akhir, korps penegak peraturan daerah (perda) juga telah mencoba meminta konfirmasi melalui nomor seluler yang tertera pada reklame. Namun, upaya tersebut juga tak membuahkan hasil. Gagal tersambung. ’’Berarti memang miliknya hantu ini (reklame tak diketahui pemiliknya). Harus kita tertibkan,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya akan secara bertahap melakukan tindakan tegas dengan langsung melakukan penebangan. Sebab, reklame-reklame tersebut dianggap liar karena tidak diketahui pemiliknya.

Akibat banyaknya reklame bodong itu, sebut Ning Ita, berdampak pada menguapnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah. Namun, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini, mengaku belum mengkalkulasikan berapa potensi kebocoran PAD dari sektor reklame itu.

Pasalnya, masing-masing memiliki besaran nilai dengan koefisian yang berbeda. Tergantung dari luas dimensi, jenis, serta titik pendiriannya. Di sisi lain, keberadaan reklame liar itu juga diperkirakan telah lebih dari setahun. ’’Karena tidak diketahui pemiliknya, kita tidak bisa mengontrol dan memantau ini ada sejak kapan. Bisa jadi berdiri sudah tiga tahun yang lalu,’’ bebernya.

Dia menambahkan, mulai tahun ini pemkot bakal menata ulang izin pendirian media iklan visual, khususnya jenis reklame. Menurutnya, penataan itu telah disusun dalam perda reklame yang telah didok oleh DPRD pada 2019 lalu. Setelah melalui tahap visitasi Pemprov Jatim, regulasi anyar itu kini tengah diproses menjadi Peraturan Wali Kota (Perwali).

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik, menyatakan, pemasangan papan peringatan reklame yang terindikasi liar dilakukan di 54 titik. Dari jumlah tersebut, pemilik reklame yang sudah datang ke kantor Satpol PP untuk melakukan konfirmasi hanya 30 orang. Sehingga, masih tersisa 24 titik yang tidak merespons hingga deadline 27 Desember 2019 lalu. ’’24 papan reklame yang tidak dikonfirmasi pemilik itulah yang kita anggap liar. Makanya, kita tertibkan dulu,’’ imbuhnya.

Kendati demikian, pemilik yang sudah konfirmasi belum menjamin terbebas dari penertiban. Pasalnya, setalah dilakukan kroscek terkait legalitas, beberapa reklame diketahui telah habis masa berlaku izinnya.

Sehingga, pihaknya kembali melayangkan surat peringatan kepada pemilik untuk segera melakukan pembongkaran secara mandiri. ’’Kalau ternyata peringatan sampai tiga kali belum dibongkar, nanti kita yang akan bongkar,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pembongkaran reklame kemarin dilakukan di tujuh titik. Sebelumnya, petugas satpol PP juga telah merobohkan empat reklame pada Minggu (22/12) 2019 lalu. Mantan Kabaghumas dan Protokol Pemkot Mojokerto ini, menyebutkan, secara bertahap pihaknya juga akan melanjutkan tindakan serupa di puluhan titik reklame lainnya.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia