Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dua Pejabat Didrop Dari Luar Kota

07 Desember 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari melakukan pengambilan sumpah dan pelatikan kepada 11 pejabat di Alun-Alun Kota Mojokerto, Jumat (6/12). (sofankurniawan/jprm)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Untuk keenam kalinya, Pemerintah Kota Mojokerto di bawah pimpinan Wali Kota Ika Puspitasari melakukan perombakan pejabat. Jumat (6/12), sebanyak 11 pejabat masuk dalam gerbong mutasi. Uniknya, pelaksanaan mutasi kali ini digelar terbuka secara umum di Alun-Alun Kota Mojokerto.

Tak heran, jika agenda pelantikan yang menyasar pejabat eselon II, III, dan IV tersebut menjadi pusat perhatian publik. Pasalnya, kegiatan seremonial yang biasa dilakukan secara tertutup di Pendapa Graha Praja Wijaya di Kantor Pemkot Mojokerto itu, kini untuk perdananya dipertontonkan secara umum di pusat Kota Onde-Onde.

Wali Kota Ika Puspitasari beralasan, dipilihnya alun-alun sebagai tempat bertujuan untuk memberikan nuansa yang berbeda dalam penyelenggaraan pelantikan pejabat. Sebab, mutasi yang biasanya identik dilakukan secara tertutup, kali ini bisa dengan bebas disaksikan oleh masyarakat.

''Kalau sesuatu yang sifatnya rutin dan begitu-begitu saja kan ada titik kejenuhan. Jadi, biar ada sebuah kreasi kita mencoba melakukan pelantikan di luar pendapa seperti umumnya,” terangnya, Jumat (6/12).

Di sisi lain, Ning Ita sapaan akrab wali kota menyatakan, pelantikan jabatan secara outdoor itu diharapkan mampu mengubah kesan bahwa mutasi bukanlah suatu yang sakral lagi. Mengingat, perombakan jabatan di dalam organanisasi, tak terkecuali pada tubuh pemerintahan merupakan hal yang wajar dilakukan.

Tercatat, dalam kurun enam bulan terakhir, sudah kali keenam ini Ning Ita menggelar rotasi-mutasi sejak pertama kali digulirkan 11 Juni lalu. Sedikitnya, ada 148 nama pejabat yang masuk dalam daftar perombakan jabatan. Bahkan, agenda kali ini hanya berselang sepekan dari mutasi jilid V, Jumat (29/11) lalu. ”Baik mutasi maupun promosi adalah hal yang wajar dan diperlukan demi jalannya roda organisasi,” sebut Ning Ita.

Kemarin, ada 11 pejabat yang diambil sumpah untuk menempati posisi barunya. Dua di antaranya merupakan pejabat tinggi pratama yang mengisi kekosongan kursi jabatan di tingkat eselon II. Masing-masing adalah posisi Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (BPPKA) dan Inspektur.

Sebagaimana diketahui, kedua kursi jabatan tersebut sebelumnya telah dilakukan seleksi terbuka atau lelang jabatan. Dari total 11 orang yang mendaftar menjadi peserta, enam pejabat telah ditetapkan lolos oleh panitia seleksi (pansel) setelah melalui rangkaian tahapan asessment.

Sementara itu, orang yang dipercaya wali kota untuk mengisi lowongnya dua kursi jabatan di tingkat eselon II berasal dari pejabat luar kota. Masing-masing adalah Etty Novia Sitorus dari Auditor Madya pada Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kemarin ia dilantik menduduki Kepala BPPKA Kota Mojokerto.

Etty menyisihkan kandidiat lainnya, yaitu Bambang Mujiono Camat Magersari, dan Siti Salbiyah Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto. Pun demikian dengan kursi Inspektur yang kemarin secara difinitif dijabat oleh Moh. Sugeng. Pejabat yang sebelumnya juga berasal dari Auditor Madya pada Perwakilan BPKP Jatim ini mengungguli kandidat lain, Rachmi Widjajati Camat Kranggan, serta Noerhono pengolah data pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto.

Ning Ita mengaku memilih pejabat tersebut karena keduanya memperoleh hasil terbaik dari serangkaian seleksi yang dilakukan tim pansel di Ruang Assessment Center Kantor Regional (Kanreg) II BKN Surabaya, 13-14 November lalu. ”Beliau berdua (Etty dan M. Sugeng, Red) itu hasil assessment-nya yang tertinggi dua-duanya (kepala BPPKA dan Inspektur). Jadi, saya pilih yang tertinggi, karena kompetensi dan kapabilitas yang saya utamakan,” terangnya.

Di sisi lain, latar belakang jabatan dari kedua pejabat tersebut yang berasal dari BPKP Jatim juga diharapkan dalam mendukung posisinya jabatan yang diduduki saat ini. Baik yang berhubungan dalam hal keuangan dan bidang anggaran di BPPKA, maupun dari sisi pengawasan dan audit pada lembaga Inspektorat. ”Jadi kalau dua orang ini mengawali karir di BPKP, artinya secara basic pasti mumpuni dan pengalaman juga pasti sudah lengkap,” tandasnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini berharap, penataan anggaran akan berjalan lebih baik. Pun demikian hal-hal yang berhubungan dengan keuangan agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pihaknya menargetkan bisa mendapatkan predikat yang terbaik dalam laporan atas penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) maupun laporan kinerja instansi pemerintah (LKJiP). ”Karena kinerja di bidang keuangannya telah di-support oleh tenaga-tenaga yang kompeten,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia