Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilbup Mojokerto 2020

Terlalu Muda, Nama Gus Habib Dicoret

07 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Ikfina Fahmawati (Nadzir)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Putra Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, Muhammad Habibur Rohman alias Gus Habib, terpental dari daftar kandidat cabup Ikfina Fahmawati. Ia dinilai terlalu muda untuk bertarung dalam pilkada nanti. Edi Ikhwanto, salah satu tim yang dipercaya orang tua mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), H. Jakfaril mengatakan, figur Gus Habib memang sangat menyita perhatian publik.

Akan tetapi, dengan sejumlah pertimbangan, Gus Habib dinilai tak tepat mendampingi istri MKP itu. ’’Sudah saya sodorkan ke abah (ayah MKP, Jakfaril, Red). Tetapi, beliau tidak berkenan,’’ ungkapnya, kemarin. Ditegaskan politisi PKB ini, Gus Habib memang memiliki potensi yang sangat luar biasa. Akan tetapi, putra ke empat Kiai Asep ini dinilai Jakfaril masih terlalu muda.

Saat ini, Gus Habib yang pernah nyaleg DPR RI dari gerbong PPP ini, masih berusia 26 tahun. ’’Masih sangat mudah sekali,’’ tuturnya. Dengan usia tersebut, Jakfaril akhirnya memerintahkan tim untuk kembali memburu calon pendamping Ikfina dalam pilkada 2020 nanti. Hingga saat ini, pencarian masih terus berjalan. Dan, tim sudah mengantongi sederet nama. Edi menjelaskan, sudah terdapat lima nama yang masuk dalam daftar calon wakil Ikfina. Salah satu nama yang sempat digembar-gemborkan adalah H. Sholeh.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini mendapat dukungan sejumlah anggota dewan. Ia dinilai layak mendampingi Ikfina, lantaran matang dalam berpolitik. Dua kali periode menjadi anggota dewan, serta modal yang sangat besar. Diketahui, Sholeh merupakan seorang pengusaha stone cruiser yang memiliki kedekatan dengan MKP. Sosok lainnya, kata Edi, hingga kini masih harus disembunyikan. Menyusul, proses komunikasi yang terus berjalan. ’’Semua masih dinamis. Yang jelas, kami sudah menemukan banyak kandidat. Banyak nama yang sudah kami daftar,’’ tegas dia.

Menurut Edi, sosok yang dicari Jakfaril kali ini, dipastikan berbeda saat perjodohan MKP selama dua periode. Di periode pertama, Jakfaril memilih Choirunnisa. Meski perempuan, Nisa begitu Choirunnisa akrab disapa memiliki backing yang sangat kuat. Selain sebagai PNS, Nisa juga seorang istri KH Syihabul Irfan Arief. Saat itu, Gus Irfan menjabat ketua Tanfidz PC NU Kabupaten Mojokerto yang memiliki massa yang solid hingga grassroots.

Pun demikian saat pencalonan kedua kalinya. Jakfaril menunjuk Pungkasiadi. Selain pertimbangan teritorial utara sungai, Pung juga dikenal sebagai pengusaha sukses di wilayah Jetis. ’’Tetapi, saat ini, kami mendapat mandat untuk mencari calon wakil dari kalangan ulama,’’ pungkas Edi sembari enggan menyebut kandidat yang tengah diburu tim.

Perlu diketahui, Nama Ikfina Fahmawati mencuat setelah disorong Ketua Garda Bangsa Hadi Fathurrohman. Menurutnya, Ikfina sangat tepat menjadi pemimpin lantaran sejumlah faktor.

Di antaranya, mampu mentransfer ide-ide kreatif MKP yang kini tengah terseret kasus korupsi pembangunan tower. Apalagi, MKP masih memiliki sederet program pembangunan yang belum bisa direalisasikan.Selain itu, perempuan yang menyandang gelar dokter itu dinilai memiliki sosok keibuan dan seorang pemimpin yang bagus. Lihat saja, selama ia menjadi ketua PKK. Di setiap level, nyaris tak pernah memunculkan gejolak.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia