Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Polisi Telusuri Pelaku Pembuang Limbah Medis

07 Desember 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Petugas Puskesmas Jatirejo menelusuri lokasi temuan sampah limbah medis di bantaran sungai Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. (sofankurniawan/jprm)

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Temuan tumpukan sampah limbah medis di bantaran sungai atau di bawah jembatan Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, membuat petugas gabungan dari kepolisian dan puskesmas setempat melakukan penelusuran.

Mereka mendatangi lokasi untuk melakukan pengambilan sampel sekaligus pembersihan limbah medis yang belum diketahui asal usulnya tersebut. Limbah medis itu dalam kategori infeksius.

Kanitreskrim Polsek Jatirejo Ipda Suyanta menuturkan, pasca adanya laporan dugaan pembuangan limbah medis yang dikategorikan sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

Meski diketahui, di lokasi hanya tinggal sedikit, karena telanjur dibersihkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto pasca temuan itu mencuar, pihaknya terus melakukan penelusuran dari mana limbah medis berupa alat suntik hingga alat tes HIV itu berasal. ’’Sudah kami dokumentasikan sebagai modal penelusuran kami,’’ ungkapnya, kemarin.

Kepala Puskesmas Jatirejo M. Sugeng Purwanto, SKM, menegaskan limbah medis tersebut bukan dari Puskemas Jatirejo. Sebab, sejauh ini fasilitas kesehatan (faskes) tahap satu ini sudah bekerja sama dengan pihak ketiga. Dalam hal ini perusahaan pengelolaan limbah medis atau limbah B3. ’’Tidak ada untungnya kami buang di tempat sembarangan. Karena puskesmas sendiri limbahnya rutin diambil pihak ketiga. Bahkan, satu bulan kadang dua kali,’’ terangnya.

Nah, untuk mengungkap siapa di balik pelaku pembuangan ini, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan penelusuran. Sebab, bukan tidak mungkin ada oknum yang tak bertanggung jawab, sengaja membuang di bantaran sungai. Kebetulan, lokasinya juga berjarang sekitar 200 dari Puskesmas Jatirejo. Kendati demikian, untuk memastikan sekaligus investigasi pihaknya sudah mengumpulkan semua petugas puskesmas. Di antaranya, laboratorium, rawat inab, hingga cleaning service. Hasilnya, mereka sama-sama menyatakan tidak mengetahui. ’’Apalagi ada yang infeksius seperti temuan itu. Jadi, kita tidak berani buang sembarangan,’’ jelas Sugeng.

Kendati demikian, jika ada pihak lain yang melakukan pihaknya mengaku kurang mengetahui. Apakah ada kesengajaan menyudutkan puskesmas, pihaknya juga tidak tahu menahu. Sugeng menyatakan, proses pembuangan limbah medis puskesmas sejauh ini sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur). ’’Semua limbah di puskemas sudah ada safety box . Untung di lokasi tidak ada safety box, jika ada bisa dipastikan (milik puskesmas). Untungnya tidak ada,’’ tegasnya.

Sebelumnya, limbah medis di bantaran sungai ditemukan oleh mahasiswa asing asal Melbourne, Australia, saat melakukan pemilahan sampah popok di bantaran sungai. Awalnya, mereka yang terjun ke aliran sungai bersama Brigade Evakuasi Popok (BEP) ini tak menyadari jika dari gunungan sampah rumah tangga tersebut sebagian adalah limbah medis.

’’Kami baru selesai mengerjakan pekerjaan di sungai tadi (kemarin, Red). Banyak sampah popok bayi, ada juga sampah klinik. Termasuk serum tes HIV,’’ tutur Sam, mahasiswa Australian Catholic University. Berdasarkan pantauan di lapangan, nampak tumpukan limbah medis tersebut sengaja dibuang ke bantaran sungai di Jalan Raya Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Jarak lokasi pembuangan tidak lebih 200 meter dari Puskesms Jatirejo. Namun, belum dapat dipastikan dari mana asal-usul limbah medis ini. Apakah dibuang dari klinik swasta ataukah pelayanan kesehatan milik pemerintah. Namun, limbah medis ini terlihat sengaja dikemas menggunakan plastik agar tidak berserakan saat dibuang. Limbah medis tersebut di antaranya berupa jarum suntik, HIV strip (alat tes HIV), botol menampung urine, hingga botol obat-obatan.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia