Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Istri Hadang Polisi, Pengedar Sabu Ditembak Mati

05 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wakapolres Mojokerto Kompol Toni Sarjaka didampingi Kasatnarkoba AKP Yogi Andri Tristanto dan Paurbaghumas Ipda Teguh Kariyadi menunjukkan barang bukti di mapolres, Rabu (4/12). (sofankurniawan/jprm)

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satnarkoba Polres Mojokerto menembak mati bandar narkoba jaringan antarkota, Joko Adi Sutrisno, 33, warga Dusun Sekantong, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (2/12) pukul 17.30.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pekerja harian lepas di Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, Pasuruan itu, meregang nyawa setelah punggung kirinya ditembus peluru tajam polisi.

Tindakan represif ini dilakukan setelah dia berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri saat dilakukan penggerebekan di rumahnya. ’’Karena dia (Joko Adi Sutrisno, Red) berusaha kabur dan melawan petugas, terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur,’’ ungkap Wakapolres Mojokerto Kompol Toni Sarjaka, di mapolres, Rabu (4/12).

Peluru tajam dari senpi anggota kepolisian itu membuat tersangka tersungkur setelah mengenai punggungnya. Menurutnya, Joko yang terkenal licin ini memang sudah lama menjadi target operasi. Bahkan, beberapa kali dilakukan penggerebekan bapak satu anak ini berhasil lolos. Dari tangan tersangka, setidaknya polisi mendapati barang bukti sabu-sabu seberat 1,78 gram.

Sabu-sabu yang kebetulan dalam genggaman tangan kanannya ini merupakan sisa sabu-sabu hasil penjualan. ’’Statusnya memang diduga sebagai penjual sabu-sabu antarkota,’’ tegas Toni.

Pengungkapan bandar narkoba ini bermula dari pengembangan tersangka Jun Sunaryo Budi, warga Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang sebelumnya berhasil ditangkap lebih dulu. Dia damankan di tempat kosnya di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (2/12) pukul 17.00. Dari tangan tersangka petugas turut menyita barang bukti sabu-sabu seberat 3,3 gram. ’’Hasil pengakuannya, sabu-sabu ini didapat dari Joko. Beberapa kali dia juga mendapat pasokan sabu-sabu dari Joko,’’ terangnya.

Hasil penggerebekan, petugas turut mendapati seperangkat alat sabu, dua korek api, dan uang tunai Rp 450 ribu. Bermodal keterangan Sunaryo Budi sekaligus didukung alat bukti handphone, petugas kemudian melakukan pengembangan.

Hasilnya, selang 30 menit, petugas giliran menangkap jaringan di atasnya, Joko Adi Sutrisno. Namun, penggerebekan ini tak berlangsung mulus. Setibanya di rumah Joko, petugas justru dihadang istri Joko, Ucik Setyowati. Begitu melihat kedatangan polisi, Ucik berteriak awas polisi hingga berulang-ulang. Tak hanya itu, Ucik terus menghalangi langkah petugas agar tak masuk ke dalam rumahnya.

Khawatir kehilangan buronannya, petugas memaksa merangsek masuk rumah dan menuju kamar tidur depan tempat Joko beristirahat. ’’Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku malah melakukan perlawanan dengan menendang tangan petugas,’’ tuturnya.

Joko juga berusaha meloncat keluar melalui jendela kamar. Tembakan peringatan petugas hingga beberapa kali tak digubris. Joko terus berlari dan berusaha kabur meninggalkan kejaran petugas.  Dari situ, petugas tepaksa melakukan tindakan terukur. Dengan melepaskan tembakan yang mengenai punggung Joko. Tak lama ia kemudian tersungkur. ’’Saat kami periksa, ditemukan sabu-sabu dalam genggaman tangan kanan seberat 1,78 gram,’’ jelasnya.

Bersama barang bukti, Joko yang mengalami luka tembak lantas dimasukkan dalam mobil polisi. Upaya pertolongan pertama sempat dilakukan petugas dengan membawa Joko ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, takdir bicara lain. Joko yang nampak mengeluarkan darah dari mulut, hidung, dan telinga, akhirnya meregang nyawa saat dalam perawatan. ’’Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, ternyata sudah meninggal dunia, karena luka tembak di punggung kiri,’’ tegasnya.

Rabu (3/12) pukul 01.30 dini hari jenazah Joko langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Dari dua pelaku dalam satu jaringan ini, petugas mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,16 gram. Toni menegaskan, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun. ’’Untuk mengetahui sabu-sabu ini dipasok dari mana, saat ini masih didalami,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia