Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Dinakhodai Gus Fahmi, Siap Usung Kader NU di Pilbup

05 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Dari kiri, M. Syukron Fahmi (Gus Fahmi), Kiai Sa’dulloh Syarofi (Gus Dulloh), Ketua PC GP Ansor Ali M. Nasikh (Gus Ali), dalam Rakercab II PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, di Ponpes Salafiyah Al Misbar, beberapa waktu lalu. (dok/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Mendekati tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto 2020, kans para figur yang dinilai layak untuk diusung menuju Pringgitan perlahan semakin kompetitif. Bukan saja datang dari kalangan birokrasi, politisi, dan partai politik (parpol).

Barisan santri Jaringan Generasi Nahdlatul Ulama (JAGA NU) Kabupaten Mojokerto pun memutuskan untuk meneguhkan peran mereka dalam bingkai politik kebangsaan.

Di antaranya, dengan mengajukan nama-nama dari kader terbaik NU untuk dicalonkan dalam bursa cabup-cawabup periode 2021-2024. ’’Dari rumah besar bernama Nahdlatul Ulama itu, banyak dilahirkan kader-kader yang mampu memimpin bangsa ini. Artinya, mereka juga dianggap sangat mumpuni ketika memimpin sebuah lokomotif pemerintahan di daerah,’’ ujar Ketua JAGA NU Kabupaten Mojokerto, M. Syukron Fahmi, kemarin.

Wakil Sekretaris PC NU Kabupaten Mojokerto ini, menuturkan, saat ini telah ada beberapa nama figur muda yang masuk dalam daftar usulan untuk diusung sebagai cabup-cawabup. Kemampuan mereka, imbuh Gus Fahmi begitu ia akrab disapa, tentu bukan dari sisi kelayakan dalam menakhodai pemerintahan saja. Melainkan, belakangan telah teruji dan sukses ketika menggerakkan bidang yang dijalani sebelumnya.

Meliputi, berlatar belakang sebagai politisi, pengurus parpol, kalangan pesantren, entrepreneur, aktivis, pengurus organisasi kemasyarakatan, milenial, namun dinilai sangat loyal terhadap NU. ’’Dengan rasa hormat, nama-nama itu telah melalui proses penjaringan internal JAGA NU. Di dalamnya, ada dari kalangan kader NU kabupaten dan kota,’’ tegas pemuda yang menjadi aktor penting di balik suksesnya pasangan Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakaria (Ning Ita-Cak Rizal) dalam kontestasi Pilwali Kota Mojokerto 2018 lalu itu. 

Gus Fahmi menyebutkan, di antara nama-nama yang sudah masuk dalam penjaringan tersebut adalah KH Falaqul Alam (PC NU Kabupaten), H. Rubiono (pengusaha/Bendahara PC NU kabupaten), H. Reza Pahlevi (pengusaha/Bendahara PC NU kabupaten), Gus Ali M. Nasikh (Ketua PC GP Ansor Kabupaten), Ayuhanafiq (mantan Ketua KPU Kabupaten), Moch. Afif (Kades Pesanggrahan), M. Irsyad Azhari (Sekretaris DPC PKB kabupaten), dan Amiruddin (anggota F-PKB Kabupaten).

Sementara, kader NU kota yang namanya juga santer diusulkan di penjaringan JAGA NU juga bervariatif. Sebagian ada sosok baru, namun ada pula sudah lama menggeluti dunia politik. Seperti, Junaedi Malik (Wakil Ketua DPRD Kota dari F-PKB), Achmad Rusyad Manfaluti (politisi PKB), Moch. Imron (Kepala DPMPTSP Kota), Rambo Garudo (direktur rumah sakit/Bendahara PC GP Ansor Kota), KH Asyaduddin Mudzakir (kalangan pesantren/putra KH Mudzakir Makruf), Gus Muhammad Umar Ahfadz (kalangan pesantren), dan Wahyu Mardiansyah (pengusaha/Bendahara PC GP Ansor Kota).

’’Sebenarnya, masih ada beberapa nama lagi. Tapi, mohon maaf sekarang belum bisa kami buka semua. Kami masih terus melakukan penjaringan. Khususnya, meminta nasihat dan dawuh dari kiai sepuh, demi kabupaten ke depan lebih baik,’’ tandasnya.

Bagaimana dengan figur-figur cabup yang telah ada sebelumnya, Gus Fahmi menyatakan, JAGA NU tetap akan menghormati siapa pun tokoh yang akan dicalonkan nanti. Baik dari parpol maupun melalui jalur independen. Sebab, ayah dua anak sekaligus pengusaha muda ini, meyakini, visi dan misi yang dibawa para calon tersebut dinilainya sama. Yakni, sama-sama ingin membesarkan nama Kabupaten Mojokerto sebagai Bumi Majapahit ke depan lebih baik lagi. ’’Bagi kami itu adalah proses dinamika dan demokrasi politik. Kami sebagai kader muda NU sangat menghormati itu,’’ jelasnya.

Di antara nama-nama yang belakangan santer disebut bakal running dalam pilbup 2020 adalah wabup Mojokerto sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Pungkasiadi, istri mantan Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) dr Ikfina Fahmawati, Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Yoko Priyono, pensiunan ASN Dispenda Jatim Purwo Santoso, ASN di DP2KBPP Kabupaten Khusnan Hariadi, dan mantan wakil bupati periode 2010-2020 Choirunnisa. ’’Saya pribadi sangat menghormati beliau-beliau itu. Bahkan, di antara nama-nama yang ada memiliki kedekatan yang baik dengan saya. Sampai sekarang kami selalu menjalin komunikasi dan silaturahmi,’’ tegas putra Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar KH Chusaini Ilyas ini.

Sehingga, munculnya beberapa nama tokoh tersebut dinilainya justru menunjukkan Kabupaten Mojokerto ini memiliki banyak putra daerah yang berpotensi memimpin pemerintah daerah ke depan. ’’Bagi kami siapa pun beliau, kalau ada kesamaan dengan NU, bukan tidak mungkin nanti kita ajak komunikasi. Intinya, hari ini, NU wajib berperan dan mengabdi kepada masyarakat, khususnya dari jalur-jalur pemerintahan,’’ tambahnya.

Pemuda yang memiliki kedekatan dengan banyak kalangan, termasuk mantan Bupati MKP dan keluarga H. Jakfaril ini, menegaskan, kesamaan dengan NU yang dimaksud adalah perihal prinsip ke-NU-an. Yakni, senantiasa mengamalkan ahlussunnah wal jamaah (aswaja). ’’Soal apakah figur-figur yang kita usulkan nanti sebagai calon bupati atau calon wakil bupati, nanti akan kami sampaikan. Intinya, siapa pun calonnya, harus benar-benar dari NU,’’ pungkas owner Loodst Coffee (LC) Mojokerto ini.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia