Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Politik

Demokrat Incar Kursi Wabup di Pilkada Mojokerto

04 Desember 2019, 09: 40: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Ketua DPC Demokrat Ayub Busono L (dok/JPRM)

Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto memastikan partainya realistis menghadapi momen pilkada tahun 2020 nanti. Partai dengan perolehan lima kursi di DPRD ini hanya akan mengincar kursi wakil bupati. Bukan kursi bupati.

Hal itu ditegaskan Ketua DPC Demokrat Ayub Busono Listyawan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (3/12). Menurutnya, dengan perolehan lima kursi, ia hanya akan mengincar kursi wabup saja. ’’Demokrat akan realistis. Cukup wabup lah,’’ ungkapnya.

Untuk bisa mengusung figur di Kabupaten Mojokerto, parpol harus memiliki 20 persen perwakilan di legislatif daerah. Sementara, Demokrat hanya memiliki separo dari tiket yang telah ditentukan. 

Kursi nomor dua yang diincarnya itu, kata Ayub, tetap akan diprioritaskan bagi kader di internal partainya yang memiliki kompetensi dan popularitas yang tinggi.

Lalu bagaimana dengan munculnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten H. Sholeh yang dikabarkan masuk dalam jajaran figur yang akan mendampingi Ikfina Fahmawati? Bagi Ayub, partainya belum menentukan kader yang akan maju dalam pertarungan pilbup nanti. ’’Kita belum apa-apa. Dan, (H. Sholeh) bukan representasi Demokrat,’’ ungkapnya.

Namun, Ayub memastikan, Demokrat akan menentukan sikap dalam waktu dekat. Karena, saat ini, dianggap sebagai waktu yang belum tepat untuk membahas figur yang akan dicalonkan dalam pilbup nanti. ’’Demokrat tetap akan mengumumkan secara terbuka. Siapa figur yang akan maju nanti,’’ pungkasnya.

Kabar menyebutkan, Demokrat tengah menjalin komunikasi dengan PKB. Partai dengan perolehan 10 kursi di DPRD ini untuk mengusung kandidat dalam pilbup. Dengan munculnya koalisi dua parpol ini, berpotensi memancing reaksi dari parpol lalin.

Sebelumnya, hasil koalisi yang dimunculkan diantaranya Fandi Utomo. Fandi tercatat sebagai kader PKB yang sebelumnya namanya dibesarkan Demokrat.

Namun, kabar ini mendadak lenyap setelah PKB memunculkan sosok Ikfina Fahmawati. Rupanya, koalisi itu masih berlangsung.

Di saat nama Ikfina mencuat, mendadak sejumlah politisi melakukan pertemuan di ruang Wakil Ketua DPRD H. Sholeh, Selasa (3/12).

Di antaranya, Edi Ikhwanto, Supriyanto, dan Pitung Haryono asal PKB, Mochamad Soleh asal Nasdem, Hendra Purnomo asal Gerindra, dan Sugianto asal PKS. Mereka mendeklarasikan dukungannya terhadap Soleh asal Demokrat.

Dalam video berdurasi 1,46 menit itu, Sugiyanto mengklaim jika pertemuan lintas parpol tersebut memberikan dukungan ke Soleh untuk mendampingi Ikfina dalam pilbup 2020 nanti. Dan, Soleh dianggap mampu menjadi ’’jembatan’’ antara eksekutif dan legislatif yang kini tengah memiliki kerengganan dalam berkomunikasi. ’’Mudah-mudahan, beliau sukses agar nanti, eksekutif dan legislatif bisa berkolaborasi dengan baik,’’ katanya diakhir video tersebut.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia