Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Boikot Ujian, Dipendik Turun Tangan

03 Desember 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Kerumunuan siswa saat melakukan orasi di halaman SMK Negeri 1 Trowulan Kabupaten Mojokerto, Senin (2/12). (Rizalamrullah/jprm)

SEMENTARA itu, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto mengintruksikan siswa maupun SMK Negeri 1 Trowulan untuk tetap melanjutkan pelaksanaan PAS. Dia memastikan peserta yang sebelumnya terimbas aksi unjuk rasa maupun yang terkendala kartu peserta akan disiapkan jadwal susulan.

Kasi SMA/SMK dan PKLK Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Muhammad Suwanto menjelaskan, pasca aksi mogoknya siswa SMK Negeri 1 Trowulan kemarin pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pihak terkait. Baik kepala sekolah maupun perwakilan siswa.

Pihaknya meminta agar sekolah tidak menunda pelaksanaan PAS yang telah dijadwalkan sebelumnya. ”Kita sampaikan kepada kepala sekolah dan waka kesiswaan untuk meminta anak-anak bisa tetap mengikuti ujian,” paparnya. Pasalnya, tidak semua peserta didik melakukan boikot ujian semester ganjil. Menurutnya, hari pertama, Senin (2/12), ada sebagian peserta lainnya yang telah merampungkan mata ujian. ”Sebagian kan di jam pertama sudah jalan, sehingga jadwalnya harus dilanjutkan. Besok (hari ini, Red), ujian harus tetap berjalan,” ujarnya.

Terkait siswa yang hari pertama tidak mengikuti, sebut Suwanto, akan tetap menyesuaikan jadwal yang sudah disusun sekolah. Hanya saja, pihaknya mengaku tetap memfasilitasi siswa dengan menggelar jadwal ujian susulan. Menurutnya, pelaksanaannya akan dijadwalkan setelah seluruh rangkaian PAS ganjil di SMK Negeri 1 Trowulan berakhir pada Senin (9/12) nanti. ”Jadi, ujian yang sempat ter-cancel karena unjuk rasa siswa tadi (kemarin, Red), jadwalnya akan diundur minggu depan,” tandasnya.

Dengan begitu, siswa akan mengulang sesuai dengan mata ujian yang tidak diikutinya. ”Makanya, siswa yang belum dapat kartu peserta segera mengambil. Meskipun belum bayar atau tidak harus tetap ikut ujian,” tambahnya. Demonstrasi yang terjadi di SMK Negeri 1 Trowulan kali ini menambah panjang daftar aksi masa yang dilakukan pelajar di wilayah Cabang Dispendik Kabupaten/Kota Mojokerto.

Sebelumnya, aksi serupa terjadi di SMK Negeri 1 Jatirejo pada 16 Januari 2018 lalu. Kala itu, kursi kepala sekolah juga diduduki oleh Irni Ismail yang menjabat kepala SMK N 1 Trowulan saat ini. Selang dua bulan berikutnya, gelombang demonstrasi pelajar kembali terjadi di SMA N 1 Mojosari, pada 24 April 2019. Dari ketiga aksi tersebut, seluruhnya berujung pada mutasi jabatan kepala sekolah. Ditanya terkait langkah cabang dispendik, Suwanto mengaku belum bisa berspekulasi terlalu jauh.

Menurutnya, pihaknya lebih dulu akan melaporkan kepada Plt Kepala Cabang Dispendik yang saat ini dirangkap oleh Puji Astuti Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Gresik. ”Tadi (kemarin, Red) kita sebatas klarifikasi saja. Terkait detailnya besok (hari ini) kita akan laporkan ke (Plt) kepala cabang dulu,” tandasnya.

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia