Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Politik
Pilkada Mojokerto 2020

Duet Ikfina-Gus Habib Belum Final

02 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Ikfina Fahmawati (Nadzir)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Duet Ikfina Fahmawati dengan putra pengasuh PP Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, Muhammad Habibur Rohman, belum final. Saat ini, tim masih melakukan perburuan kandidat lain yang dan akan dikaji lebih mendalam.

’’Soal wakil belum final. Minggu ini, kita akan mencari lagi,’’ ungkap politisi PKB Kabupaten Mojokerto Edi Ikhwanto.

Menurut dia, sosok wakil yang akan mendampingi istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) tersebut, akan ditimbang dengan sangat matang. Mulai dari popularitas, elektabilitas, hingga akseptalibilitas. Dan, tak menutup kemungkinan, jumlahnya mencapai belasan orang.

Hal ini pernah diterapkan saat pencalonan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Sekitar 25 nama disodorkan ke orang tuanya, Jakfaril. Namun, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya memunculkan figur Ahmad Rizal Zakaria. Sosok yang benar-benar baru di dunia politik. ’’Karena ada banyak pertimbangan. Seperti saat pencalonan di kota waktu itu,’’ imbuh dia.

Proses perburuan wakil ini akan segera dilakukan menyusul waktu yang terus berjalan. Sehingga, nantinya, konsolidasi dan koordinasi akan segera berjalan dengan lancar.

Selain mencari sosok wakil, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang memperoleh suara tertinggi di partainya ini, mengatakan, tim juga melakukan konsolidasi dengan seluruh parpol. ’’Instruksi beliau (MKP), mengajak seluruh partai yang pernah mendukung di periode lalu,’’ ungkapnya.

Saat pencalonan MKP di periode 2016-2021, terdapat tujuh parpol pengusung. Yakni, Partai Nasdem, Partai Demokrat, PDI P, PAN, Partai Golkar, Gerindra dan PKS dengan total 36 kursi dari total 50 kursi.

Namun, dari deretan parpol itu, diakui Edi, masih terdapat dua partai yang sudah menjalin komunikasi. Yakni, PKB dan PAN. Kedua partai ini berpeluang besar akan mengusung Ikfina dalam bursa pilbup kali ini. ’’Tentunya kami tidak diam. Awal Desember ini kita mulai jalan. Dan melakukan komunikasi. Termasuk, izin ke Mbak Ayni (Ketua PKB Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh) dan Gus Halim (Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar),’’ jelasnya.

Langkah komunikasi politik dengan fungsionaris parpol dan tokoh masyarakat, ditegaskan Edi, disebabkan keseriusan Ikfina untuk running di pilbup periode 2021-2024. Ia mengklaim, saat ini, tingkat keseriusan masuknya Ikfina dalam pencalonan, sudah mencapai 99 persen.

Lalu bagaimana dengan sikap NU? Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adhim Alwy yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto melalui ponselnya tak kunjung berhasil. Namun, sejak awal, ia menegaskan, NU akan memberikan dukungan penuh terhadap kadernya yang maju dalam pilkada.

Nama Ikfina Fahmawati mencuat setelah disorong Ketua Garda Bangsa Abdul Hadi ke media, dua pekan silam. Menurutnya, Ikfina sangat tepat menjadi pemimpin lantaran sejumlah faktor.

Di antaranya, mampu mentransfer ide-ide kreatif MKP yang kini tengah terseret kasus korupsi pembangunan tower. Apalagi, MKP masih memiliki sederet program pembangunan yang belum bisa direalisasikan.

Selain itu, Ikfina dinilai memiliki sosok keibuan dan seorang pemimpin yang bagus. Lihat saja, selama ia menjadi ketua PKK. Hampir setiap level PKK, nyaris tak pernah memunculkan gejolak.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia