Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Siswa SMP Hamil, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

30 November 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka (dok/radarmojokerto.id)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus dugaan asusila dengan korban seorang pelajar SMP hingga hamil tujuh bulan memasuki babak baru. Bahkan, penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto dalam waktu dekat memastikan akan menetapkan JP sebagai tersangka.

Warga asal Kecamatan Jetis itu, menjadi terduga pelaku yang tega merengut kegadisan korban. ’’Tinggal selangkah lagi untuk menetapkan tersangka. Statusnya saat ini masih kita naikkan ke tahap penyidikan,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, Jumat (29/11).

Naiknya status kasus yang ditangani ini setelah petugas menemukan adanya dugaan unsur pidana dalam peristiwa yang berlangsung Maret lalu. ’’Minggu ini sudah mengarah ke situ (tersangka, Red). Tapi, penetapan itu menunggu kita gelarkan dulu sebagai tahapannya,’’ terangnya.

Menurutnya, sebagaimana hasil serangkaian penyidikan yang berlangsung dalam sepekan kemarin, petugas banyak menemukan fakta baru. Baik yang didapat dari keterangan sejumlah saksi maupun sejumlah alat bukti dugaan tindak pidana persetubuhan JP, warga asal Kecamatan Jetis ini.

Selain itu, sinkronisasi database di hotel kelas melati di kawasan Jalan Raya Bypass Mojokerto. Artinya, waktu dan tempat dugaan perbuatan layakanya suami istri yang dilakukan pelaku terhadap korban sudah terkonfirmasi dengan pihak hotel. ’’Dalam database tercatat, terduga pelaku di tanggal itu memang sedang check in di hotel tersebut,’’ tegasnya.

Database itu juga selaras dengan keterangan korban dan sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan penyidik. Di antaranya, ayah korban sebagai pelapor, dan satu saksi lagi yang mengetahui perkara. ’’Sebagai alat bukti, database hotel itu juga sudah kami kantongi,’’ imbuhnya.

Sesuai fakta yang didapat penyidik, bidikan itu juga mengarah pada JP sebagai pelaku. Meski diketahui JP sudah berkeluarga dan mempunyai tiga anak. Namun, akibat perbuatan  pelaku, korban LR, yang statusnya masih pelajar kelas IX ini harus menanggung beban psikologis. Bahkan, korban terancam putus sekolah lantaran harus fokus pada tumbuh kembang janin yang tak lama lagi akan lahir. ’’Tentu, korban mengalami trauma berat. Psikologinya tidak setabil,’’ ujar Ade Warokka.

Sebelumnya, terbongkarnya dugaan pencabulan ini diduga karena perubahan pada tubuh korban. Orang tua korban curiga, setelah mengetahui perut putrinya perlahan membuncit. Termasuk, tingkah laku korban juga nampak murung tak ceria lagi selayaknya anak seusiannya. Meski awalnya mengelak untuk bercerita, namun korban akhirnya luluh dan menceritakan tentang apa yang pernah menimpanya. Ayah korban akhirnya melaporkan dugaan asusila dan kekerasan anak ini ke Unit Pelayanan Perempuan da Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mojokerto.

Dalam laporan tersebut, diceritakan, dugaan persetubuhan ini berlangsung Maret lalu. Mulanya, korban dijemput terlapor di sebuah jembatan di area Kecamatan Jetis, mengendarai sepeda motor Honda Vario. Keduanya lalu berboncengan menuju hotel kelas melati yang berada di Jalan Raya Bypass Mojokerto, pukul 15.00.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia