Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Politik

SK Pensiun Eks Kadisperta Tersendat

30 November 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Eks Kadisperta Kabupaten Mojokerto Suliestyawati saat menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Kabupaten Mojokerto, Kamis (28/11). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mantan kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Suliestyawati yang telah mengundurkan diri dari jabatannya, hingga kini masih berstatus PNS. Karena, SK (surat keputusan) pensiun yang telah diajukan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih tersendat.

Kepala BKPP Kabupaten Mojokerto Susantoso mengatakan, hingga saat ini Suliestyawati masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Meski, seharusnya sudah memasuki masa pensiun sejak mengundurkan diri sebagai pejabat eselon II.

’’(SK) belum turun. Masih PNS lah,’’ ungkapnya, kemarin (29/11). Nantinya, jika SK pensiun turun, Sulies begitu Suliestyawati biasa disapa, akan tetap menerima hak-haknya sebagai seorang pensiunan pegawai. Hanya saja, besarannya sesuai dengan status terakhir. Yakni, hanya staf biasa. ’’Karena, statusnya bukan kepala dinas. Tetapi, staf,’’ imbuh dia.

Susantoso belum bisa memprediksi turunnya SK tersebut. Tetapi, ia memastikan, proses pengajuan pensiun disebabkan oleh status Sulies yang telah mundur sebagai pejabat. ’’Ia hanya kurang enam bulanan,’’ jelasnya.

Pengajuan pensiun yang dilakukan Sulies diprediksi banyak kalangan bakal berlangsung mulus. Karena, pengajuan bukan disebabkan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Melainkan karena sudah memasuki masa usia pensiun bagi seorang staf.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN ditegaskan, usia pensiun pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan di umur 58 tahun. Sedangkan,  usia 60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya.

Dengan mundurnya Sulies dari status kepala dinas, maka ia akan menjadi staf dan secara otomatis memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Kejari Kabupaten Mojokerto menaikkan status penyelidikan ke penyidikan atas kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Pertanian. Di saat proses penyidikan berlangsung, Sulies mendadak mundur saat berada di puncak karirnya sebagai kepala dinas.

Tak berlangsung lama, statusnya kembali berubah. Ia menyandang status tersangka karena diduga merugikan uang negara hingga Rp 519 juta dari proyek senilai Rp 4,1 miliar. Hingga saat ini, proses penyidikan masih berjalan.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia