Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Features
Nasib Guru di MI Sabilurrosyad Jolotundo

Sepuluh Tahun Mengabdi, Honor Rp 500 Ribu Per Bulan

26 November 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Para siswa sungkem kepada bapak ibu guru di MI Sabilurrosyad, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, dalam peringatan Hari Guru, Senin (25/11). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

Berbagai cara dilakukan siswa dalam memperingati Hari Guru Nasional. Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sabilurrosyad, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, selain memberi kejutan berupa seuntai bunga, mereka sengaja menyiapkan kue tart sebagai penghormatan kepada para pendidik di sekolah.

KHUDORI ALIANDU, JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto

YA, Senin (25/11) kemarin merupakan harinya para guru se-Indonesia. Mulai dari yang mengajar di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi pun turut merasakan. Termasuk para pendidik di MI Sabilurrosyad, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Kemarin suasana haru mewarnai upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung di halaman sekolah. Usai menggelar upacara bendera, ratusan siswa seketika memeluk para guru dengan penuh haru sambil bersalaman. Mereka juga memberikan kue tart sebagai penghormatan sekaligus hadiah di hari yang penuh dengan makna ini.

Para siswa kemudian memberikan seuntai bunga kepada masing-masing guru sebagai tanda terima kasih atas jerih payah para pahlawan tanpa tanda jasa yang mulia itu. Bahkan, di antara mereka tak sedikit yang menangis. Mereka tak mampu membendung tetesan air mata. Baik para siswa ataupun sang guru. Suasana khidmat yang sebelumnya terjadi, seketika berubah tangis haru.

’’Terharu. Ingat banyak salah kepada bapak ibu guru,’’ kata Adelia Rena, salah seorang siswi, serasa mengusap air mata. Dia pun selalu berdoa, agar para guru senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran dalam mendidik siswa. Karena para siswa sadar, berkat para guru, nantinya mereka bisa bermanfaat bagi orang lain. Termasuk kesuksesan yang bakal diraihnya kelak saat dewasa. ’’Tentu, kami inginnya semakin disayang sama bapak ibu guru,’’ tambahnya. Mereka juga berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang selama ini sudah mendidik, melimpahkan ilmu, dan memberikan yang terbaik bagi para siswa.  

Kepala MI Sabilurrosyad, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Suminto menyebutkan, bahwa agenda memperingati Hari Guru Nasional ini baru pertama kali dilakukan. Namun, pihaknya mengaku sangat bangga dan berterima kasih pada siswa dan guru bagian kesiswaan yang memberikan kesan positif di momen bersejarah ini. ’’Saya, pagi ini (kemarin, Red) benar-benar sangat terharu, dan tidak bisa berkata apa-apa selain bersyukur,’’ ujarnya.

Namun, terlepas dari itu, lanjut Suminto, ada pesan dan harapan bagi para siswa. Yakni, untuk tetap menjaga akhlak yang baik kepada siapapun. Baik kepada guru, orang tua, maupun di lingkungan masyarakat. Sebab, akhlak dan budi pekerti luhur terhadap guru menjadi patokan pertama yang harus dipegang teguh. ’’Karena akhlak bagi kami adalah segalanya,’’ tegasnya. Pihaknya menegaskan, dirinya selalu menekankan tidak ada mantan guru. Bahkan, seorang murid pun tidak bisa mengembalikan jasa seorang guru meski itu satu huruf. ’’Karena semua bisa dan sukses itu berkat guru,’’ imbuhnya. Pihaknya juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para guru. Utamanya yang hingga saat ini menyandang status honorer atau yang belum mendapat sertifikasi atau pendidikan profesi guru (PPG).

Sebab, dari 12 guru di MI Sabilurrosyad, saat ini baru 7 guru yang sudah tersertifikasi. ’’Mereka yang belum tersertifikasi hanya menerima gaji dari sekolah Rp 500 ribu per bulan. Ditambah dengan tunjangan fungsional Rp 250 ribu,’’ katanya. Kondisi itu memang jauh berbeda dengan kondisi guru yang sudah tersertifikasi. Masing-masing telah menerima gaji Rp 2,5 juta hingga Rp 2,8 juta per bulan. ’’Padahal mereka (honorer, Red) rata-rata sudah mengabdi sekitar 5-10 tahun di sekolah,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia