Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Sodorkan Ketua PC NU Jadi Pendamping Ikfina

19 November 2019, 09: 38: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

KH Abdul Adhim Alawy menjadi figur yang telah disodorkan sejumlah anggota dewan, ke mertua Ikfina Kamal Pasa. (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang melamar Ikfina Fahmawati melalui mertuanya, Jakfaril, tak sekadar memberikan rayuan kosong. Namun, dalam pertemuan tersebut, para politisi juga menyodorkan sosok wakil yang bakal mendampingi. Yakni, Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto KH Abdul Adhim Alawy.

Salah satu anggota dewan yang turut hadir dalam pertemuan itu menceritakan, figur KH Adhim sengaja dimunculkan untuk melihat respons Jakfaril dalam kontestasi pilbup 2020 nanti. ’’Yang bersangkutan, sudah setuju,’’ ujarnya.

KH Adhim dianggap sebagai sosok yang sangat tepat mendampingi Ikfina dalam pilkada nanti. Karena, saat ini, NU merupakan ormas Islam yang sangat solid dari level tertinggi hingga akar rumput. Selain itu, NU juga memiliki basis massa yang sangat kental dan sulit digoyahkan. ’’Siapa saja yang berhasil menggandeng NU, maka potensi menang sangat besar,’’ tambah sumber ini.

Gandengnya istri Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan KH Adhim, dinilai sebagai pasangan yang sangat ideal. Jika proses perjodohan itu berhasil, maka lawan-lawan yang kini bermunculan, bakal kesulitan melakukan perlawanan.

Sementara itu, KH Abdul Adhim Alawy saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto menegaskan, jika dirinya enggan terjun ke dunia politik. Alasannya, ia komitmen untuk fokus membenahi organisasi terbesar di Indonesia tersebut. ’’Saya tidak akan merespons. Saya hanya ingin khidmat di NU,’’ tegasnya.

Ia menilai, PC NU Kabupaten Mojokerto mengalami ketertinggalan yang cukup jauh dibanding dengan kepengurusan NU di daerah lain. Sehingga, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan. ’’Saya tidak akan mencalonkan. Hanya ingin konsentrasi memajukan NU Mojokerto. Sebab, NU Mojokerto ketinggalan jauh dengan PC NU daerah lain,’’ bebernya.

NU, kata dia, akan lebih memilih mendoakan kader-kadernya yang berniat running dalam percaturan pilkada. ’’Kalau mendoakan, siapa saja kader terbaik, kita doakan. Kalau saya, mboten bakalan. Ini sudah menjadi komitmen saya,’’ imbuh KH Adhim.

Tawaran running di pilkada sebenarnya tak sekali ini saja hinggap ke dirinya. KH Adhim mengaku sempat didatangi utusan Wabup Pungkasiadi dan mengajak duet dalam pilkada nanti. Namun, ia tetap melakukan penolakan. ’’Saya tidak mau terjun ke situ. Saya ingin fokus pembenahan ke PC NU saja. Kalau ada kabar yang menyebut saya terjun ke politik, itu hoax,’’ pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mendatangi Jakfaril di vila pribadi MKP, di Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Jumat (15/11). Mereka meminang Ikfina untuk maju dalam pilbup nanti.

Ikfina digadang-gadang untuk maju dengan harapan mampu mentransformasikan ide-ide brilian MKP. Banyak yang menilai, MKP memiliki grand desain untuk pembangunan Kabupaten Mojokerto yang sangat apik.

Anggota DPRD yang nampak dalam pertemuan itu adalah Edy Ikhwanto, Supriyanto, dan Pitung Hariono ketiganya dari PKB, Muhammad Santoso asal PAN, M. Sholeh dari Nasdem, Arif Winarko asal PPP, dan Sugiyanto anggota DPRD yang diusung PKS.

Terpisah, Ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin, menegaskan, hingga saat ini PPP belum menentukan sikap atas dukungannya dalam pilbup nanti. ’’Harus melalui konfercab. Setelah itu baru dibuka proses penjaringan,’’ tandasnya, kemarin. Penjaringan diperkirakan bakal digelar Januari nanti.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia