Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tumbuhkan Kependulian Dengan Permainan Tradisional

17 November 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Sejumlah anak memainkan permainan tradisional di Candi Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan.

Sejumlah anak memainkan permainan tradisional di Candi Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan.

Trowulan,  Jawa Pos Radar Mojokerto– Festival permainan tradisional digelar di pelataran Candi Wringin Lawang, kecamatan Trowulan, Sabtu (16/11). Permainan yang diikuti ratusan pelajar ini untuk melestarikan dan memperkenalkan permainan tradisional yang mulai tergerus zaman.

Terdapat delapan jenis permainan. Yakni gasing, dakon, sondah, lompat tali,  rangka alu, hula hoop, klereng, dan permainan motorik halus.

Aldias Biung Sangkra, ketua panitia Festival Taman Dolan ini menerangkan, kegiatan ini sengaja digelar dengan tujuan untuk melestarikan permaian-permainan tradisional yang sudah mulai dikikis oleh perkembangnya zaman.  ’’Permainan ini juga bisa membangun pendidikan karakter dan pendidikan moral anak. Dan tak kalah pentingnya melalui permaianan ini akan menumbuhkan kepedulian sosial,” katanya.

Permainan tradisonal hilang tergantikan oleh munculnya permainan zaman milenial yang tidak mengandung nilai positif bagi anak-anak. Bahkan berpotensi merusak moral anak. Sehingga anak akan memunculkan sifat individulisme.

Aldias menambahkan, anak zaman kekinian, sudah banyak yang memainkan gadged. Sehingga lupa dengan permainan tradisional. Terbukti, sekitar kurang lebih 200 anak yang mengikuti festival tersebut, rata-rata tidak bisa bisa memainkan dolanan yang disedikan. ”Jadi, anak-anak diharapkan benar-benar bisa memainkan permainan tradisional kembali. Baik lingkungan sekolah, maupun di lingkungan kehidupan mereka sehari–hari,” jelasnya.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia