Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Enam Pejabat Lolos Jadi Kandidat

17 November 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari memiliki prioritas untuk memilih pejabat yang akan menduduki kursi tertentu. (dok/radarmojokerto.id)


KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rangkaian seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup Pemkot Mojokerto telah berakhir. Dari 11 pejabat yang menjadi peserta, enam di antaranya telah terpilih sebagai kandidat untuk menduduki dua kursi perangkat daerah yang dilelang.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto, menjelaskan, 11 pejabat yang menjadi peserta lelang jabatan telah menjalani seluruh tahapan seleksi. Dimulai pada uji gagasan atau tes wawancara yang digelar, pada Senin (11/11) dan Selasa (12/11), di Ruang Assesment Center Kantor Regional (Kanreg) II BKN, Waru, Sidoarjo.

Selain itu, para peserta juga telah menjalani uji kompetensi manajerial dan assesment pada 13-14 November lalu. ”Tahapan seleksi terbuka sudah selesai semua,” ungkapnya. Kemarin (15/11), tim panitia seleksi (pansel) yang diketuai oleh Tauchid Jatmiko juga telah menentukan peserta yang berhak maju sebagai calon pengisi dua jabatan kepala perangkat daerah. Masing-masing adalah kursi Inspektur, serta Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Mojokerto.

Endri menyebutkan, jika dari masing-masing jabatan yang dilelang tersebut terpilih tiga peserta yang mendapat hasil nilai terbaik. ”Hari ini (kemarin, Red) sudah disimpulkan oleh tim pansel dan sudah mengerucut tiga yang terbaik,” tandasnya. Dengan demikian, satu di antara empat peserta yang mendaftar pada kursi kepala BPPKA harus rela tersisih.

Pejabat yang terhenti dalam persaingan mengisi jabatan yang ditinggal Agung Moeljono ke Badan Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto (Bappeko) adalah Kabag Hukum Setdakot Riyanto. Sementara tiga pejabat yang dinyatakan lolos adalah Camat Magersari Bambang Mujiono; Siti Salbiyah Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos); serta Auditor Madya pada Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur Etty Novia Sitorus.

Pun demikian dengan persaingan pengisian kursi Inspektur. Posisi yang sebelumya diduduki Akhnan setelah bergeser ke Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) itu diramaikan oleh tujuh orang peserta. Empat di antaranya harus gugur setelah melalui proses seleksi. Antara lain, adalah Sekretaris Bappeko Ary Setiawan; Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto Sudiq; Kabag Organisasi Setdakot Rina Purwanti; serta Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakot Nara Nupiksaning Utama.

Sementara itu, pansel menetapkan tiga nama yang berhak maju dalam bursa pengisian kursi Inspektur. Masing-masing adalah  Camat Kranggan Rachmi Widjajati; Auditor Madya pada Perwakilan BPKP Jatim Muh. Sugeng; serta Pengolah Data pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Noerhono.

”Hari ini (kemarin, Red) nama-nama yang lolos diberikan kepada wali kota (Ika Puspitasari),” imbuhnya. Endri Agus menyebutkan, terkait penentu hasil akhir siapa pejabat yang terpilih berada di tangan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari. Sebagai pejabat pembina pegawai (PPK), orang nomor satu di Pemkot Mojokerto itu berhak memilih satu di antara tiga nama terbaik dari masing-masing jabatan setingkat eselon II itu. ”Hasil akhir nanti wali kota (Ning Ita) yang memilih,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia