Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

PKB Tanggapi Santai Kemunculan Ikfina

16 November 2019, 21: 26: 11 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Ikfina Fahmawati bersama suaminya, Mustofa Kamal Pasa. (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Mencuatnya nama Ikfina Fahmawati dalam bursa Pilbup Mojokerto tahun 2020 diam-diam memantik perhatian banyak pihak. DPC PKB Kabupaten Mojokerto menilai dukungan salah satu organisasi sayapnya terhadap istri bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) ini, masih sebatas masukan kepada partai.

’’Iya, semua masukan jelas kita perhatikan,’’ ungkap Ayni Zuroh, Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Ia mengatakan, dukungan, usulan, dan masukan terhadap partai bisa saja didorong oleh organisasi sayap partai. Termasuk, Garda Bangsa sendiri, yang jelas memiliki massa dan penilaian terhadap nama tokoh yang akan didukung di pilkada. Meski begitu, pihaknya menilai segala usulan tersebut diterima dengan tangan terbuka. Mengingat, tahapan pilkada terbilang baru akan dimulai tahun 2020 mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini, menjelaskan, sampai saat ini partainya memang belum membuka tahapan penjaringan maupun penyaringan calon-calon cabup-cawabup yang diusung saat pilkada. Sehingga, memang secara normatif belum ada nama atau tokoh yang masuk melakukan pendaftaran ke PKB. ’’Belum. Jadi, kita ini masih belum membuka penjaringan untuk Pilbup Mojokerto,’’ jelas dia.

Meski demikian, tak dipungkiri ada beberapa nama atau tokoh yang memang menjalin komunikasi dengan PKB. Tentunya, komunikasi tersebut merupakan hal yang wajar dalam kehidupan politik parpol yang nantinya mengusung calon dalam pilkada. Ayni sapaan akrab Ayni Zuroh lebih detail, menegaskan, PKB sejauh ini belum membuka masa pendaftaran bakal calon Pilbup. Hal ini dikarenakan, secara resmi tahapan tersebut memang belum dimulai. Terlebih lagi, instruksi dari DPP PKB menyebutkan, tahapan baru bakal dimulai jika sudah muncul jadwalnya.

Sedangkan, jadwal tahapan tersebut sedianya diatur dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan DPP PKB. ’’Jadi, memang juknis-nya belum keluar. Nanti itu dari DPP,’’ imbuh Ayni. Sebelumnya, Garda Bangsa salah satu organ sayap PKB, menegaskan, pentingnya muncul sosok perempuan dalam kepemimpinan Kabupaten Mojokerto. Utamanya, dalam pilbup 2020. Itu dianggap penting, mengingat karakter perempuan dinilai cocok untuk menjawab tantangan kabupaten ke depan.

Sosok perempuan itu, sebut Garda Bangsa adalah Ikfina Fahmawati. Sejumlah nama atau tokoh sebelumnya sempat menyeruak dalam bursa pilbup dari PKB. Seperti politisi senior PKB Ida Fauziah, yang kini menjabat Menteri Ketenagkerjaan RI, Fandi Utomo politisi PKB, dan Ayni Zuroh sendiri. Ada pula Purwo Santoso yang disebut-sebut telah mendekati partai berlambang bola dunia ini. Bahkan, Ayni sebelumnya mengaku siap melepas jabatan sebagai ketua DPRD apabila ditugaskan PKB untuk running dalam pilbup. Apalagi, partai berlambang bola dunia ini memiliki tiket utuh di kursi parlemen.

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia