Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Disidak Dewan, Operator Backhoe Kabur

15 November 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Aktivitas penggalian di perbukitan Dusun Made Desa/Kecamatan Pacet, dihentikan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Kamis (14/11). (dok/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Atensi terhadap praktik illegal mining di kabupaten terus digencarkan kalangan anggota dewan. Kamis  (14/11), satu lokasi galian di Made Desa/Kecamatan Pacet, dihentikan paksa. Kedatangan rombongan wakil rakyat itu merupakan kelanjutan dari kegiatan penertiban galian ilegal yang digencarkan belakangan ini.

Sebelumnya, dugaan praktik galian C bodong di Kutorejo dan Ngoro disasar. Sebanyak lima alat berat ditertibkan dalam kegiatan tersebut. Kemarin giliran kalangan dewan menyasar lokasi penggalian tanah di areal perbukitan kawasan Dusun Made Desa/Kecamatan Pacet. Lokasi itu sedianya memang kerap kambuh-kambuhan sebagai areal penggalian.

Nyatanya, praktik demikian rupanya masih berlangsung ketika kalangan dewan ke lokasi. Nampak satu unit alat berat berupa backhoe ditinggalkan pekerja yang melarikan diri begitu tahu ada rombongan aparat dan dewan datang ke lokasi. ’’Lokasi itu di area bukit. Alasannya dibuat pondok,’’ ungkap Edi Ikhwanto, Ketua Komisi III DPRD Kabuapten Mojokerto. Ia menyatakan, setelah ditelisik lebih jauh nyatanya area bukit yang digali itu ternyata bahan galiannya dijual.

Untuk mengkonfirmasi atas dugaan praktik galian tak berizin itu, pihak dewan mendatangkan kepala desa setempat. Itu untuk mengetahui masa operasional praktik penggalian di lokasi. ’’Jadi, kades kami datangkan untuk memberhentikan aktivitasnya terlebih dahulu,’’ lanjut Edi. Areal bukit yang berbatasan dengan jalan tingkat kabupaten ruas Pacet-Trawas tersebut nyatanya dalam kondisi terkeruk. Dengan ketinggian permukaan bukit yang telah dikeruk hingga dasar mencapai puluhan meter. Praktis, kondisi itu dikhawatirkan dewan dapat mendadak longsor.

’’Kami meminta agar aktivitasnya dihentikan. Kalau masih memaksa menggali, kita bisa rekomendasikan dilimpahkan ke APH (aparat penegak hukum),’’ tandas politisi PKB ini. Gencarnya sorotan dewan terhadap dugaan praktik galian C bodong itu bakal ditindak lanjuti. Edy menyatakan, akan mengundang seluruh pihak yang melakukan penggalian. Baik di Kutorejo, Ngoro, Pacet, dan kecamatan lainnya. ’’Jadi, tidak hanya penertiban saja. Tapi, ada pembinaannya,’’ ujar dia.

Pihaknya tak menampik selama ini praktik galian ilegal memang cenderung eksploitatif. Sehingga, sangat berdampak terhadap lingkungan. ’’Besok (hari ini) kami masih akan sidak lagi,’’ tambah dia tanpa menyebut lokasi mana yang akan dituju.

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia