Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Tiga Figur Paling Kencang

15 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Pung menjadi salah satu figur yang cukup dipertimbangkan. (sofan/radarmojokerto.id)

KONTESTASI pilbup di Kabupaten Mojokerto telah dimulai. Deretan nama telah mencuat ke permukaan. Mereka mulai merapatkan barisan. Dari mengumpulkan para pendukung, melakukan safari politik ke para ulama, hingga meminang sejumlah parpol untuk mengais rekom.

Di antara tokoh yang juga telah memastikan running dalam pilbup adalah Pungkasiadi. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ini, memastikan dirinya akan maju dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu. Sejumlah langkah telah dilakukan. Di antaranya, telah mendaftar ke sejumlah parpol. Mulai dari DPC PDI Perjuangan, Nasdem, dan terakhir telah mengambil berkas pendaftaran di Gerindra.

Sebagai incumbent, Pungkasiadi ini lebih leluasa memandang pilkada tahun depan. Belakangan ini, ia selalu disibukkan dengan berbagai aktivitasnya sebagai wakil bupati Mojokerto. Setiap momen yang dihadiri banyak massa, tak pernah terlewatkan. Ia selalu hadir dan menyuguhkan berbagai proyek pembangunan yang telah dan akan dilakukan.

Meski telah matang, namun hingga kini, Pungkasiadi belum memikirkan sosok pendamping. ’’Masih dinamis. Biar nanti dipilih oleh partai pengusung,’’ katanya. Ia hanya memastikan, sosok yang akan mendampinginya nanti bukan berasal dari wilayah utara sungai. Yakni, Kemlagi, Dawarblandong, Jetis dan Gedeg. ’’Kalau saya dari utara sungai, paling tidak dari selatan sungai,’’ tutur Pung.

Selain Pung, sosok yang cukup menarik perhatian adalah Purwo Santoso. Figur baru di dunia politik, yang kini mencoba peruntungan dengan running di pilbup 2020. Ia merupakan pensiunan kepala UPT Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jatim di sejumlah daerah. Sama halnya dengan Pung. Purwo sangat matang memperhitungkan setiap langkah politiknya. Meski tercatat sebagai pendatang baru, namun ia memiliki strategi yang apik untuk menjalankan roda politiknya.

Seperti, telah melakukan safari politik ke banyak tokoh penting di Kabupaten Mojokerto. Ia telah sowan ke rutan untuk menemui Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan meminta restu kepada orang tua MKP, H Jakfaril, di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri. Begitu pula, dengan deretan tokoh-tokoh agama. Purwo telah menjalin komunikasi dengan kiai-kiai berpengaruh. ’’Hampir semua tokoh penting, sudah saya datangi. Saya meminta restu beliau-beliau,’’ ungkap Purwo.

Sementara itu, tokoh lain yang baru saja melangkah adalah Yoko Priyono. Dari berbagai partai yang telah membuka penjaringan, kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mojokerto ini pertama kalinya mendaftar ke Gerindra. Ia telah melewatkan penjaringan di PDI Perjuangan dan Nasdem yang telah lebih awal membuka pendaftaran.

Masuknya Yoko ke penjaringan cabup-cawabup partai politik ini, menghapus spekulasi miring yang berkembang belakangan ini. Yoko kerap dianggap sekadar check sound atas rencananya maju dalam pilbup 2020 nanti. Padahal, Yoko tak hanya sekadar mengambil formulir dan mendaftar saja. Namun, ia juga telah menjalin komunikasi dengan sangat matang.

’’Yang saya tahu, sudah ada banyak yang komunikasi. Bahkan, dengan Gerindra ini, sudah cukup lama berkomunikasi,’’ ujar salah satu tim suksesnya, Mulyadi.  Anggota DPRD Kota Mojokerto ini, menjelaskan, parpol lain yang telah menjalin komunikasi dengan Yoko adalah PAN, PPP, PKS, dan Hanura.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia