Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Figur-Figur Berpotensi Pimpin Kab. Mojokerto

Pesona Ikfina Warnai Bursa Pilkada

15 November 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Isteri Bupati Mojokerto Nonaktif, Mustofa Kamal Pasa, Ikfina Kamal Pasa masih menjadi pembicaraan hangat jelang pilbup 2020. (dok/radarmojokerto.id)

BURSA calon dalam pemilihan bupati (pilbup) tahun 2020 berangsur menghangat. Figur perempuan berpotensi mencuat tak hanya calon wakil bupati (wabup), melainkan juga calon bupati (cabup). Sejumlah figur mencuat ke permukaan menjelang pilkada tahun depan itu.

Praktis, suasana perpolitikan di Tlatah Bumi Majapahit ini pun berangsur menghangat. Terlebih, sejumlah parpol juga mulai memanasi mesin politik masing-masing. Beberapa nama disebut-sebut ancang-ancang mengawali pengorganisiran suara. Termasuk menempuh jalur parpol, maupun melalui pendekatan politik guna mengantongi rekomendasi.

Di antara nama yang sudah disebut-sebut belakangan ini adalah Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto Rindahwati, dan mantan Wabup Choirun Nisa. Tak pelak, suasana politik di akhir tahun 2019 ini pun lebih dinamis. Meski demikian, sejumlah nama muncul masih didominasi kaum Adam.

Padahal, figur perempuan dalam kontestasi politik dianggap masih tren yang kuat. Hasil pilkada serentak lalu, sejumlah pemimpin daerah berasal dari kaum Hawa. Setidaknya, ada 10 perempuan menduduki kepala daerah kabupaten/kota. Termasuk, posisi Gubernur Jatim perempuan. Ini sering disebut fenomena kekuatan perempuan alias The Power of Emak-Emak. Soal peluang munculnya figur perempuan dilontarkan Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Mojokerto, Hadi Fatkhur Rohman. ’’Perempuan sebagai pemimpin, mengapa tidak,’’ ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan di wilayah Kabupaten Mojokerto memunculkan pemimpin dari unsur perempuan. Peluang itu dirasa kuat, lantaran banyak figur perempuan yang dianggap layak untuk memimpin. ’’Ada banyak nama tokoh perempuan yang punya pengaruh kuat. Lebih-lebih, di Bumi Majapahit ini beberapa parpol dipimpin perempuan,’’ kata Hadi Fatkhur Rohman, kemarin.

Hadi begitu Hadi Fatkhur Rohman ini biasa disapa, melanjutkan, iklim politik Jawa Timur hari ini mendukung kiprah kaum Hawa. Sehingga, itu menjadi bekal bagus bagi figur tokoh perempuan yang ingin membuktikan tidak ada lagi diskriminasi kaum perempuan. ’’Kabupaten Mojokerto mestinya harus melengkapi suara The Power of Emak-Emak’’ yang disandang Jawa Timur,’’ lanjut dia. Bukannya hal itu latah alias mengekor tren saja? Hadi menerangkan, kondisi itu terlalu ringan dan sangat tidak mendasar. Karena, sekarang ini pemimpin perempuan bisa dianggap sebuah kebutuhan. Yang mana, kebutuhan pemimpin berkarakter keibuan yang di dalamnya multidinamik.

’’Jadi, tantangan ke depan itu kompleks. Tidak melulu soal pembangunan fisik belaka. Melainkan, menyangkut moral, karakter, akhlak masyarakat kita. Dan, hal itu terbingkai pembangunan sumber daya manusia,’’ beber pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini. Dia menandaskan, bahwa seorang bapak tidak bisa menjadi ibu. Melainkan, seorang ibu bisa menjelma menjadi seorang bapak sekaligus.

’’Sosok ini ada pada Ibu Ikfina Fahmawati (istri Mustofa Kamal Pasa),’’ tandasnya. Lantas apakah ini sebatas pandangan pribadi atau telah dibicarakan dengan internal PKB, Hadi menyebut, Garda Bangsa sebagai banom PKB dinilai memiliki pandangan politik untuk menata kabupaten lima tahun ke depan. ”Bukan tidak mungkin, partai juga akan mempertimbangkan nama Bu Ikfina, nanti,” tandasnya. ”Dan, saya sudah berkomunikasi dengan beliau soal ini,” lanjutnya.

Hadi mengklaim, kemunculan nama Ikfina Fahmawati ini sudah melalui pertimbangan politik. Menantu H Jakfaril tersebut dinilai memiliki kemampuan dalam menggerakkan roda pemerintahan. Pengalaman ini telah dijalaninya selama mendampingi MKP saat memimpin Kabupaten Mojokerto. Baik di dalam birokrasi maupun ketika menjalankan tugasnya sebagai ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto. Disamping itu, pesona politik perempuan kelahiran Ponorogo ini, bisa menjadi reprentasi pemilih milenial. ”Saya optimistis Bu Ikfina bisa diterima oleh kalangan milenial,” pungkas politisi PKB ini.

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia