Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Usung M3, Purwo Berharap Hapus Ketimpangan

14 November 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Purwo Santoso tengah mengincar rekom sejumlah parpol. Mulai PDI Perjuangan, Nasdem, hingga Gerindra. (imronarlado/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keputusan Purwo Santoso running di pilkada 2020 nanti, disebabkan sejumlah faktor penting. Di antaranya, masih tingginya ketimpangan sosial di kalangan masyarakat. Untuk itu, ia pun mengusung motto M3 untuk menyukseskan deretan program yang telah dicanangkannya.

M3 itu kepanjangan dari mengayomi, manunggal, dan merakyat. ’’Motto saya dalam kepemimpinan nanti akan benar-benar kami laksanakan,’’ ungkapnya, kemarin. Sebagai seorang pemimpin, kata Purwo, harus mampu memberikan pengayoman kepada seluruh warga di Kabupaten Mojokerto. ’’Simpelnya, dapat menjadi bapak dari semua kalangan dan semua elemen masyarakat di Kabupaten Mojokerto,’’ ujarnya.

Diakui mantan kepala UPT Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jatim ini, masyarakat di Kabupaten Mojokerto sangat beragam. Tak hanya diteropong dari unsur agama. Namun, adat dan kebudayaan yang berbeda harus disulap menjadi lebih utuh. ’’Bagi saya, keberagaman justru harus menjadi kekayaan kami dalam menyokong pembangunan,’’ imbuh dia.

Pengayoman yang diberikan, ungkap Purwo, juga menyasar seluruh elemen masyarakat. ’’Sebagai pemimpin, tentunya dapat menjadi pelindung dari hak-hak masyarakat Kabupaten Mojokerto, dan dapat menjadi payung solusi dari kerisauan masyarakat,’’ jelas dia. Motto selanjutnya, yakni manunggal. Dengan manunggal atau menyatu, seorang pemimpin harus selalu ada di setiap kondisi masyarakat. Negara harus hadir di setiap kondisi yang sedang dialami masyarakat.

Purwo menerangkan, negara tak bisa lepas dari masyarakat. Sehingga, ketika dibutuhkan, negara harus selalu berada di setiap lini kehidupan masyarakatnya. Dan, merakyat. Pemimpin harus memiliki jiwa sebagai masyarakat umum. Sehingga, bisa merasakan keluhan yang dialami masyarakat. ’’Pemimpin harus dapat berperilaku dan bersikap menjadi rakyat di masyarakat. Tidak boleh priyayi dan hanya duduk di belakang meja,’’ pungkas Purwo.

Perlu diketahui, Purwo Santoso menjadi salah satu figur yang masuk dalam bursa cabup di Kabupaten Mojokerto. Meski tercatat sebagai seorang pensiunan PNS, namun keseriusannya running sangat diperhitungkan banyak kalangan. Untuk memuluskan langkahnya menuju orang nomor satu di kabupaten, kini Purwo mengincar sejumlah rekomendasi parpol. Dua parpol sudah dipinang. Yakni, PDI Perjuangan dan Nasdem. Di dua parpol ini, Purwo akan beradu pengaruh dengan incumbent, Pungkasiadi.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia