Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kerangka Manusia Ditemukan di Sungai Brangkal

13 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Anggota Polresta Mojokerto menyisir sepanjang aliran Sungai Brangkal, di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, untuk mencari bagian kerangka manusia, Selasa (12/11). (khudori/radarmojokerto.id)

PRAJURIT KULON, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polresta Mojokerto terus mendalami temuan kerangka manusia awal Oktober lalu di Sungai Brangkal, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Selasa (12/11), untuk mendukung sekaligus mengungkap identitasnya, puluhan personel diterjunkan melakukan penelusuran di sungai setempat untuk mencari bagian tubuh dan tengkorak yang dimungkinkan masih tenggelam.

Dipimpin Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka, penyisiran dimulai pukul 08.00. Dengan titik kumpul di Jalan Raya Riyanto, Kelurahan Prajurit Kulon, puluhan personel ini menyisir sepanjang Sungai Brangkal. ’’Penyisiran dilakukan sepanjang 500 meter ke sisi selatan dan utara sungai, dari titik temuan awal,’’ ungkapnya di lokasi.

Penyisiran dilakukan sebagai upaya mendapatkan kemungkinan adanya kerangka atau tulang-tulang yang lain. Sebab, dari hasil uji forensik, diketahui tulang yang ditemukan warga pada Oktober lalu adalah potongan paha dan tulang betis. ’’Korban berjenis laki-laki,’’ tegasnya.

Dari hasil keterangan forensik itu, diduga kuat, korban telah meninggal antara usia 39 sampai 40 tahun. ’’Hasil analisa forensik ini, korban diperkirakan meninggal tahun 2004 lalu,’’ tambahnya. Dugaan itu didukung dari hasil pemeriksaan saksi mata, Muhammad Sofi Abdillah, dan Sofi Ubaidillah, yang pertama menemukan potongan tulang tersebut.

Saksi mata mengatakan, lanjut Ade Warokka, sudah mengetahui keberadaan tulang tersebut sejak beberapa tahun sebelumnya. Saat itu, kebetulan dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sementara, saat berstatus pelajar SMA, pada Oktober lalu, saksi kembali ke tempat penemuan kerangka hingga akhirnya melaporkannya ke Mapolresta Mojokerto. ’’Dari laporan itu kemudian kita tindak lanjuti,’’ katanya.

Hanya saja, hasil penyisiran kali ini, polisi belum menemukan perkembangan siginifikan. Kepolisian hanya menemukan dua potongan tulang hewan. ’’Dari ukuran tulang yang jauh lebih besar dari tulang manusia. Dugaan kuat ini tulang sapi,’’ tuturnya. Kendati demikian, penyelidikan pengungkapan identitas kerangka ini berhenti. Polisi memastikan masih akan terus mendalami. Termasuk mengecek temuan tengkorak kepala di Sungai Canggu, tepatnya di Dusun Balongsono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada 9 September 2018 lalu.

Meski temua kerangka berada di dua lokasi berbeda, berbagai kemungkinan, kata Ade Warokka, bisa saja terjadi.Di antaranya, terhadap kerangka manusia yang sebelumnya ditemukan. Yakni, bisa juga korban banjir bandang 2004 lalu. Bisa juga korban mutilasi. ’’Kemungkinan-kemungkinan itu ada. Makanya, kita cari bukti pendukung untuk mengungkap identitasnya dulu,’’ paparnya.Di sisi lain, pihaknya mengimbau masyarakat jika ada kehilangan keluarga dengan ciri-ciri perkiraan hilang di tahun 2004, diminta melapor ke Polresta Mojokerto. Polisi akan melakukan tes DNA untuk mencocokkan dengan temuan tersebut. Sebelumnya, warga di tepi Sungai Brangkal, Jalan Riyanto, Kelurahan/Kecamatan Prajurit, menemukan tulang manusia yang terkubur pada Sabtu (5/10) pukul 15.30. Tepatnya, di tepi sisi barat sungai.Tulang tersebut berupa tulang pelvis, tulang klavikula, tulang ekor satu buah, dan tulang rusuk. Juga, tulang genu satu kanan dan satu kiri, tulang cruris, dan dua tulang shoulder.

(mj/ori/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia