Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
CPNS Kabupaten Mojokerto 2019

Akreditasi Prodi Minimal C

12 November 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

ilustrasi

Pemkab Mojokerto memasang syarat yang sangat detail dalam rekrutmen CPNS tahun 2019 ini. (sofan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Mojokerto tahun 2019 resmi dibuka. Sebanyak 400 lowongan dari total 33 formasi bakal diperebutkan ribuan pelamar dari dalam maupun luar Kabupaten Mojokerto. IPK (indeks prestasi kumulatif) minimal 3.00 menjadi syarat khusus yang wajib disertakan pelamar.

Termasuk syarat akreditasi prodi tempatnya menuntut ilmu yang minimal C baik kampus Negeri maupun swasta. Sesuai pedoman, pendaftaran bisa langsung diakses di alamat https://sscn.bkn.go.id, terhitung mulai tadi malam pukul 24.00 WIB.

Sementara untuk syarat dan ketentuan, pelamar bisa mengakses website Panselnas di alamat http://sscn.bkn.go.id atau juga website Pemkab Mojokerto di alamat http://mojokertokab.go.id atau klik di sini. ’’Dibukanya terhitung sebelum pukul 23.59 WIB. Jenis jabatan dan kualifikasinya sudah tercantum semuanya,’’ tutur Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten MojokertoSusantoso, Senin (11/11).

Pemkab memprediksi, jumlah pelamar di rekrutmen tahun ini bisa menembus 5 ribu pelamar. Paling banyak tentunya di formasi guru SD dan SMP yang lowongannya separo lebih atau mencapai 272 dari 400 kursi. Termasuk juga tenaga medis, baik di formasi perawat sebanyak 46 lowongan maupun dokter umum sebanyak 27 lowongan.

Nah, kondisi ini menuntut pemkab lebih jeli dan hati-hati dalam menyeleksi administrasi setiap pelamar sesuai kualifikasi dan persyaratan. Apalagi, syarat yang dibutuhkan di rekrutmen tahun ini jauh lebih ketat. Selain IPK minimal 3.00, syarat akreditasi prodi juga menjadi penentu pelamar lolos dari seleksi administrasi.

Syarat tersebut ditujukan agar kualitas aparatur sipil negara (ASN) lebih unggul demi mewujudkan cita-cta digitalisasi birokrasi. ’’Nilai akedritasi menyesuaikan dengan lokalitas kampus di Mojokerto. minimal harus terakreditas C,’’ ungkapnya.

Selain guru, pemkab juga membuka kesempatan bagi lulusan kesehatan untuk berkarir dan menempati sejumlah faskes pelat merah. Yang totalnya mencapai 90 lowongan. Mulai dari dokter umum sebanyak 27 lowongan, dokter gigi 5 lowongan, dokter spesialis 9 lowongan, perawat 46 lowongan, dan asisten apoteker 3 lowongan. Lalu, disusul formasi tenaga teknis dan fungsional yang jumlahnya cukup minim, atau total hanya 38 lowongan. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia