Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Sungai Tercemar Limbah Usus

11 November 2019, 08: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Warga bergotong-royong menyeret ribuan sampah ke tepi sungai di Dusun Sememi Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Minggu 10/11). (Shalihin/radarmojokerto.id)

Mojosari, Jawa Pos Radar  Mojokerto – Sungai Avour Ledeng yang mengalir di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, mengeluarkan bau yang sangat tak sedap. Minggu (10/11), warga setempat turun dan kompak membersihkan sampah rumahan dan limbah produksi usus di sepanjang sungai tersebut.

Mereka mengevakuasi sampah lantaran baunya sangat menyengat dan menggangu lancarnya aktivitas para petani.  Dulu, sungai ini murni digunakan untuk irigasi pertanian warga setempat. Namun sejak limbah mencemari sungai, para petani sangat terganggu.

PLT Kepala Desa Modopuro, Rokhim, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masayarakat terhadap kebersihan lingkungan dengan menormalisasi kembali sungai Ledeng yang beberapa hari ini tercemar limbah dan sampah rumah tangga.

Dalam kegiatan ini, melibatkan sejumlah elemen masayarakat Desa Modopuro. Diantaranya, Pemerintah Desa, BPD, Karang Taruna dan puluhan warga Dusun  Sememi. ”Termasuk juga pengusaha UKM baik pemotongan ayam maupun usus,” katanya.

Dengan hanya berbekal peralatan seadanya, warga mengunakan jaring dan irisan bambu, Warga mampu mengangkat sampah yang mengapung beserta limbah di sepanjang 2 kilomiter sungai.

Bau busuk bukan menjadi penghalang bagi mereka. Bahkan tak jarang mereka nekat mencebur ke dalam sungai tanpa peralatan apapun. ”Tahap pertama ini kita bersihkan sungai dan memasang banner himbauan,” ujarnya. 

Beberapa tumpukan sampah yang berhasil digiring ke tepi sungai, langsung diangkut menggunakan keranjang bambu menuju truk Dinas Lingkungan Hidup yang sengaja didatangkan untuk membantu cepatnya proses normalisasi.(hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia