Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Terbukti Korupsi, Eks Direktur PDAM Divonis 6 Tahun

09 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Jawa Pos Radar Mojokerto

Trisno Nur Palupi dan Maju Sitorus saat mendengar putusan majelis hakim Tipikor, Surabaya, Jumat (8/11). Keduanya menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. (Imronarlado/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mantan Direktur PDAM Kota Mojokerto Trisno Nur Palupi, diganjar hukuman penjara selama 6 tahun dalam sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya, Jumat (8/11). Ia dinilai bersalah lantaran menyalahgunakan dana pernyertaan modal pemerintah daerah selama tiga tahun.

Majelis hakim yang dipimpin I Wayan Sosiawan, SH tersebut, menegaskan, hukuman penjara selama enam tahun ini dinilai layak dijatuhkan setelah Trisno terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-UndangNomor 31 Undang-Undang Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). ’’Menjatuhkan pidana pokok dengan hukuman penjara selama 6 tahun dikurangi masa hukuman,’’ kata I Wayan.

Selain hukuman badan, majelis hakim juga menghukum Direktur PDAM Maja Tirta periode 2013-2017 tersebut dengan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. Nasib yang jauh lebih memprihatinkan justru dialami Direktur Utama PT Chrismalis Artha Maju Sitorus. Rekanan PDAM Kota Mojokerto ini juga diganjar hukuman penjara 6 tahun, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan, serta membayar uang pengganti Rp 913.405.000 susider 3 tahun penjara.

Dalam putusannya, hakim membeber sejumlah data. Di antaranya, modus operandi yang dilakukan terdakwa Trisno Nur Palupi. Selama menjabat, ia telah menyalahgunakan kewenangan ketika melakukan pembelian bahan kimia jenis tawas. Bahan penjernih air ini dibeli dari perusahaan abal-abal milik terdakwa Maju Sitorus. Dan, harganya tidak sesuai dengan harga pasar atau di-mark up. Selain kesalahan ini, kata hakim, sebagai direktur juga menyalahgunakan kewenangannya karena telah menggunakan dana kas, mulai tahun 2013 hingga 2017 tanpa persetujuan Wali Kota Mojokerto dan Dewan Pengawas.

Mekanisme penggunaan dana kas PDAM, diantaranya harus melalui usulan permohonan, proposal, renstra bisa dan RKTA/RKAP. Penggunaan dana kas PDAM/pengeluaran uang juga tak mendapatkan persetujuan Dewan Pengawas dan Wali Kota Mojokerto. Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Di sidang sebelumnya, JPU I Gede Indra Hari Prabowo menuntut Trisno Palupi dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta. Sedangkan, Maju Sitorus dengan hukuman yang sama dan membayar uang pengganti Rp 913 juta. Selain hukum badan, JPU juga menjatuhkan pidana uang pengganti sebesar Rp 913.405.000 terhadap terdakwa Maju Sitorus.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia