Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Bangunan Sekolah Mengenaskan, Siswa Diungsikan

07 November 2019, 19: 46: 49 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Sejumlah siswa SDN Talun, Kecamatan Dawar Blandong Mojokerto, melintas di depan gedung sekolah mereka yang rusak parah, Rabu (6/11). (Sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahun ini, ratusan lembaga pendidikan negeri di Kabupaten Mojokerto kembali disentuh perbaikan besar-besaran. Setidaknya, terdapat 147 sekolah yang mendapat bantuan fisik berupa program rehabilitasi.

Kebanyakan diprioritaskan untuk memperbaiki kerusakan pada bagian atap bangunan. Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Catur Iriawan, menjelaskan, rehabilitasi sekolah tahun ini menyasar sebanyak 147 titik.

Meliputi, tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Pengerjaan proyek perbaikan sekolah telah digulirkan sejak periode Agustus-September lalu.

Pengerjaan fisik tersebut menyentuh pada perbaikan sejumlah bagian bangunan sekolah. Di antaranya, menyasar kamar mandi, ruang kelas, hingga perpustakaan. ”Yang cukup banyak perbaikan atap bangunan,” terangnya, Rabu (6/11).

Catur memaparkan, untuk perbaikan atap, pihaknya memprioritaskan membongkar total rangka bangunan lama dan diganti menggunakan bahan metal. Dengan begitu, rangka atap yang sebelumnya berbahan kayu, kini dipasang rangka besi baja wide flange (WF), dan besi kanal C atau CNP.

”Jadi, semua rangkanya serbametal. Memang, prioritas kita untuk atap menggunakan baja, bukan galvalum murni,” tandasnya.

Ditanya terkait kekuatan bahan tersebut, mantan Kabid Prasarana dan Sarana Dispendik Kabupaten Mojokerto ini, menyebutkan, bahan metal tersebut jauh lebih kuat dibandingkan dengan kayu. Dengan begitu, konstruksi atap berbahan baja tersebut juga diharapkan mampu bertahan dengan jangka waktu yang lebih lama.

Tak kalah pentingnya adalah lebih terjamin keamanannya. Dia merinci, seluruh pengerjaan rehabilitasi mendapat gelontoran anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tak tanggung-tanggung, total dana yang bersumber dari pemerintah pusat ini mencapai kisaran Rp 31 miliar.

Dana bantuan telah dicairkan berdasarkan kebutuhan dan prioritas kerusakan. Catur menambahkan, masing-masing lembaga mendapatkan alokasi yang bervariatif. Hal itu sesuai dengan pangajuan usulan dari setiap sekolah melalui data pokok pendidikan (dapodik). Kemudian pemerintah mengkaji kelayakan dan tingkat kerusakan berat, ringan, maupun sedang.

Hingga akhirnya, ditetapkan sebanyak 147 lembaga negeri di Kabupaten Mojokerto yang mendapatkan jatah rehabilitasi DAK. ”Jadi, yang menentukan pemerintah sendiri, layak mendapatkan atau tidak. Dinas pun tidak bisa mengubahnya,” paparnya. Secara keseluruhan, imbuh dia, progres proyek dari DAK sekarang telah mencapai 70,2 persen. Ditargetkan, perbaikan fisik itu akan rampung selambat-lambatnya hingga akhir Desember 2019 mendatang. ”Perbaikan yang kecil-kecil, seperti kamar mandi sudah selesai semuanya. Tinggal yang rehab lumayan besar saja masih berjalan,” tambahnya.

Disinggung masih ada sejumlah gedung sekolah yang masih rusak, Catur menyatakan, jika usulan perbaikan hanya diperuntukkan bagi ruang kelas atau fasilitas sekolah yang masih difungsikan. Oleh karena itu, terdapat beberapa ruang kelas yang kondisinya rusak karena memang sudah tak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Seperti yang terpantau di SDN Talun, Kecamatan Dawarblandong. Sejumlah kelas nampak mengalami kerusakan berat. Diketahui, pihak sekolah sudah tiga tahun terakhir ini tidak menempati gedung yang terdiri dari tiga kelas itu. Sedangkan seluruh siswa menjalani KBM di ruang kelas baru yang lebih layak. ”Karena tidak dipakai belajar mengajar, tidak mungkin diusulkan. Kecuali, kalau siswa bertambah banyak dan kelas lama tidak mencukupi lagi, maka sekolah bisa mengusulkan lagi,” tandasnya.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia