Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengadilan Vonis Pentolan Eks Organisasi Terlarang Tiga Bulan Penjara

31 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Heru Ivan Wijaya, terdakwa kasus ujaran kebencian di media sosial menjalani sidang di PN Mojokerto, Rabu (30/10).

Heru Ivan Wijaya, terdakwa kasus ujaran kebencian di media sosial menjalani sidang di PN Mojokerto, Rabu (30/10). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menjatuhkan hukuman selama 3 bulan penjara kepada Heru Ivan Wijaya 45, Rabu (30/10).

Eks ketua organisasi terlarang ini dinyatakan bersalah telah melakukan ujaran kebencian (hate speech). Oleh majelis hakim, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar pasal 45 huruf (a), juncto pasal 28 ayat 2, UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Rlektronik (UU ITE) 

”Oleh karena itu, terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama tiga bulan, dikurangi masa tahanan. Dengan perintah, terdakwa tetap ditahan. Barang bukti akun facebook atas nama Heru Ivan dimusnahkan,’’ ungkap Agus Waluyo Tjahjono, majelis hakim.

Majelis hakim berpendapat, sebelumnya eks ketua DPD HTI Kabupaten Mojokerto ini melakukan tindak pidana dengan menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Perbuatan yang melanggar undang-undang itu dilakukan oleh terdakwa pada 17-21 Juni 2018, dengan  menyebarkan informasi lewat media sosial (medsos) facebook. Menanggapi vonis ini, kuasa hukum Heru Ivan Wijaya, Budi Harjo SH, mengaku kecewa atas putusan majelis hakim. Sebab, beberapa bukti dan pembelaan, serta pertimbangan yang pernah disampaikan dalam pledoi yang ia ajukan ditolak hakim. ”Pledoi kami dikesampingkan oleh majlis hakim,’’ katanya.

”Terus terang, kami merasa kecewa. Karena beliau (terdakwa, Red) tidak melakukan tindakan pidana. Tidak korupsi, tidak melakukan penganiayaan atau melakukan tindakan asusila,’’ paparnya. Dia menilai, apa yang dilakukan Ivan melalui akun facebook-nya bukan termasuk ujaran kebencian. Namun, terdakwa hanya menyampaikan dakwah. (shalihin)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia