Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle
Fitness Motivation

Agar Tubuh Tetap Proporsial

26 Oktober 2019, 07: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Layli Conita Maskinah, model endorsement rutin melakukan fitnes untuk menjaga proporsional tubuhnya. (sofan/radarmojokerto.id)

Memotivasi diri sendiri dalam menjaga kebugaran tubuh memang tidak gampang. Khususnya, bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Sempitnya waktu kerap dijadikan kambing hitam atas ketidakmampuan menjalani fitnes atau sekedar berolahraga kecil.

PADAHAL, kesehatan fisik adalah harta terpenting. Semua aktivitas bisa berjalan ketika tubuh dalam kondisi sehat prima. Namun, banyak orang kini justru mengeluh tak mampu menjalani pola hidup sehat dengan berbagai alasan. Akibatnya, banyak dari mereka yang mudah sakit-sakitan lantaran kurang berolahraga, dan pola makan tidak teratur. Khususnya, bagi generasi milenial yang sebagian besar dimanjakan oleh hal-hal instan. ’’Kesehatan itu paling utama. Sekarang kan pekerja pasti makan-makanan yang sembarangan tuh. Jadi, kalau mau makan enak, ya harus diimbangi sama fitnes. Karena selain mengurangi risiko penyakit, juga menghilangkan stres,’’ tutur Layli Conita Maskinah, model endorsement asal Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Namun, alasan semacam itu sebenarnya masih bisa diatasi dengan bermacam trik. Salah satunya memanfaatkan waktu sekecil mungkin untuk bisa menggerakkan tubuh agar tetap berkeringat. Pun demikian dalam menjaga pola makan.Cukup mengonsumsi air putih lebih banyak agar fisik tetap proporsional seperti saat.  ’’Sedikit-sedikit lah, seperti plank, sit-up atau angkat barbell setiap pagi dan malam. Hitungannya juga nggak usah terlalu banyak. Mending sedikit, tapi rutin setiap hari,’’ imbuhnya.

Meski demikian, dara 23 tahun ini mengaku menjaga pola hidup sehat cukup efektif dilakukan lewat fitnes. Fokus beberapa jam di dalam gym, dirasakannya cukup untuk mengusir lemak jahat dalam tubuh. Nah, untuk lebih mengefektifkan fitnes di pusat kebugaran, gadis berhijab ini punya tips khusus. Salah satunya menggunakan musik yang ia dengarkan lewat headset smartpohone-nya. Atau bisa juga menggunakan jasa trainer yang siap membimbing selama berolahraga. ’’Saya suka dengerin musik waktu fitnes. Apalagi, musiknya yang nge-beat untuk membangkitkan semangat. Saya juga memakai trainer untuk mengarahkan pembentukan otot sesuai request kita,’’ ujarnya. Meski begitu, bukan berarti olahraga harus berada di pusat kebugaran. Di rumah pun, fitnes juga bisa dilakukan secara sederhana.

Seperti naik turun tangga, atau sekedar cardio selama 20 menit saat pagi setelah bangun, dan malam sebelum tidur. Sedangkan untuk pola makan, ia mengaku cukup mengimbangi dengan mengonsumsi air putih agar tubuh tetap fit sepanjang waktu.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia