Minggu, 19 Jan 2020
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kabag dan Camat Bersaing di Lelang Jabatan Eselon II

25 Oktober 2019, 09: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Pasca melakukan rotasi, pemkab Mojokerto langsung melelang 9 jabatan kosong. (sofan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lelang sembilan jabatan eselon II di lingkup Pemkab Mojokerto mulai ramai diperebutkan. Sejumlah pejabat kini berlomba-lomba mendaftarkan diri ke panitia seleksi (pansel) yang berjumlah tujuh orang. Bahkan, instruksi wajib ikut ditujukan khusus kepada pejabat setingkat kabag (kepala bagian) dan camat yang sudah dua tahun lebih duduk di kursi pimpinan.

Instruksi tersebut demi memenuhi syarat lelang yang minimal diikuti empat pelamar. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin, sebagian besar pejabat setingkat kabag di lingkup setdakab diminta Wabup Pungkasiadi turut serta dalam seleksi yang dibuka sejak Selasa (22/10). Khususnya yang sesuai syarat kompetensi dan usia. Sebut saja kabag TU Dyan Anggrahini; kabag Umum Dian Indrianingrum; kabag Pembangunan Rinaldi Rizal Shabirin; kabag Hukum Tatang Marhendrata; kabag Pemerintahan Rahmat Suhariyono; serta kabag Pengadaan Barang dan Jasa Zaqqy, yang secara usia sudah saatnya promosi.

Termasuk para pejabat senior, seperti kabag Kesra, Nugraha Budhi Sulistya; kabag Humas dan Protokol Alfiyah Ernawati; hingga kabag Perekonomian Nurul Istiqomah. Hanya satu kabag yang tidak bakal ikut lelang, yakni kabag Organisasi Bambang Soenarko, yang memasuki pensiun November mendatang. ’’Semua kabag memang diwajibkan ikut (selter, Red). Diminta pimpinan (Wabup Pungkasiadi, Red),’’ terang salah satu sumber di internal setdakab.

Tidak hanya di lingkup sekretariatan, sejumlah camat juga didorong turut serta mendaftar untuk meramaikan persaingan. Khususnya yang sudah dua tahun lebih duduk di kursi pimpinan wilayah kecamatan. Beberapa camat pun disebut berpotensi promosi dengan seabrek faktor yang melatarbelakangi. Mulai dari kedekatan dengan pimpinan maupun catatan prestasi. Sebut saja Camat Jetis Iwan Abdillah; Camat Puri Nalurita Priswiandini; Camat Sooko Masluchman; hingga Camat Ngoro Mukhammad Hidayat. Dikonfirmasi kabar tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso justru mendukung kebijakan tersebut.

Semua ASN (Aparatur Sipil Negara) yang memenuhi syarat administrasi dikatakan berhak mengikuti seleksi. Tak menutup kemungkinan pejabat dari luar pemkab yang mendapat persetujuan dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) daerah asal. ’’Malah baik kan. Semua posisi kan bisa diisi lebih dari empat pelamar,’’ tuturnya, kemarin. Untuk masa lelang, mantan Kepala Bakesbangpol ini optimistis bisa selesai sebelum akhir tahun. Bahkan, November dijadwalkan sembilan jabatan lowong bisa diisi nama-nama baru. Yang terpilih sesuai hasil assessment dan job fit dan dinyatakan layak oleh wabup.

’’Harus kerja optimistis lah. Kemarin kan kita sudah pendahuluan, sudah matang sejak awal Oktober lalu. Jadwalnya mulai dari pendaftaran sampai pengumuman administrasi selama seminggu, assessment selama tiga hari, pengumuman assessment seminggu, job fit tiga hari, terus pengumuman akhir 10 hari. Sudah selesai,’’ pungkasnya. Sebelumnya, pemkab telah membuka lelang sembilan jabatan eselon II. Mulai dari Disparpora, Bakesbangpol, Dinas Pangan dan Perikanan, Disnakertrans, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), satpol PP, asisten, staf ahli, dan Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari.

Proses penjaringan akan dilakukan dengan jumlah pendaftar minimal empat orang di setiap formasi. Mereka akan menjalani uji kompetensi hingga proses wawancara. Dari seluruh formasi, akan disaring menjadi tiga orang di setiap jabatan. Tiga nama kemudian menyorong ke meja Wabup Pungkasiadi. Sebagai pembina kepegawaian, Pung untuk menentukan satu pejabat tinggi pratama di masing-masing formasi.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia