Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pemkab Mojokerto Ajukan 400 CPNS

24 Oktober 2019, 08: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Pemkab Mojokerto mengajukan 400 CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). (sofan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto belum memastikan jumlah lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan dibuka pada rekrutmen tahun 2019 ini. Meski telah mengajukan 400 formasi, tetapi angka tersebut belum seluruhnya disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Syarat lulusan masih menjadi pertimbangan serius pemerintah pusat dalam mengakomodir jumlah lowongan yang diajukan. Padahal, usulan tersebut sudah dikurangi dari jumlah kebutuhan yang sempat diajukan sebelumnya mencapai 535 formasi.

Pengurangan itu setelah mempertimbangkan regulasi rekrutmen sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Dan, juknis kebijakan rekrutmen CPNS tahun 2019 yang dikeluarkan Kemen PAN-RB.

Yakni, arah perekrutan ditujukan pembangunan aparatur sipil negara (ASN) menuju birokrasi berkelas dunia. Sehingga, memaksa pemkab memangkas beberapa lowongan. Khususnya yang syarat pendidikan minimalnya hanya di tingkat SMA. ’’Sudah kita ajukan 400 formasi. Belum tahu, apakah disetujui semuanya atau tidak,’’ tutur Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso, Rabu (23/10).

Meski demikian, mantan kepala Bakesbangpol ini, optimistis usulan lowongan dapat disetujui semua. Dan segera diumumkan untuk dibuka pendaftaran. Dengan beberapa persyaratan yang hampir sama dengan rekrutmen tahun 2018 lalu.

Bahkan, rekrutmen CPNS dijanjikan bisa digelar selama lima tahun berturut-turut mendatang. Janji tersebut untuk mengisi sejumlah kekosongan posisi berdasarkan hasil analisa jabatan (anjab) dan analisa beban kerja (ABK). Yang total kebutuhannya mencapai 2 ribu PNS. ’’Yang jelas, pendaftarannya bisa dibuka akhir Oktober atau paling lambat awal November,’’ tegasnya.

Untuk jenis lowongan lain, pemkab juga akan membuka rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) di tahun 2020 mendatang. Yakni, sebanyak 77 formasi yang bisa diperebutkan kalangan pegawai honorer K-2.

Atau pegawai usia di atas 35 tahun, dengan syarat pendidikan minimal hanya ijasah SMA. ’’PPPK kemungkinan dibuka pertengahan tahun 2020. Kita buka peluang untuk pegawai yang batas usianya sampai 58 tahun,’’ tandasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia