Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Zahra Arisanti, Komikus Cilik Kota Mojokerto

Koleksi Komik dari Uang Jajan, Mulai Belajar Menulis Novel

21 Oktober 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Zahra Arisanti ketika membuat gambar dan cerita komik. (rizal/radarmojokerto.id)

Zahra Arisanti Satnika Sugiarto atau yang akrab disapa Rara memiliki bakat dalam membuat karya komik. Hobi yang ditekuni bocah 11 tahun tersebut telah berhasil menembus salah satu seri buku komik anak-anak. Saat ini, dia terus mengasah potensinya demi meraih cita-cita menjadi komikus profesional.

JEMARI mungilnya begitu piawai menggoreskan ujung pensil. Di atas media kertas putih, tangannya seolah menari mengikuti imajinasi. Dalam sekejap, sebuah gambar figur komik pun mampu tercipta.

Ya, bocah kelahiran 16 April 2008 ini memang memiliki keahlian dalam mengkreasikan gambar. Tidak hanya itu, dia juga cukup berbakat untuk merangkainya menjadi sebuah alur cerita yang dituangkan dalam bentuk komik.

Tahun ini, siswi yang masih duduk di bangku kelas VI SDN Surodinawan, Kota Mojokerto tersebut, telah mampu mewujudkan salah satu impiannya. Sebuah karya berjudul Persahabatan Nama Kembar mampu terbit dalam sebuah buku komik populer khusus karya komikus-komikus cilik.

Karya yang termuat sebanyak 12 lembar tersebut hanya dibuat dengan tempo seminggu. Seluruh naskah, alur, sekaligus gambar merupakan buah karya dari goresan tangannya.

Hanya saja ada sedikit sentuhan penyempurnaan dari sisi keredaksian. ’’Idenya dari saya sendiri, kepikiran langsung gitu aja,’’ lontar Rara saat ditemui di rumahnya Jalan Suromulang Barat X, Perumahan Citra Surodinawan Estate, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. 

Dengan terbitnya karya perdananya tersebut, Rara mengaku, semakin terlecut semangatnya untuk membuat karya lainnya. Setidaknya, saat ini sudah ada dua cerita komik yang telah rampung dikerjakan. Bahkan, satu di antaranya juga akan segera menyusul untuk diorbitkan.

Rara mengaku mulai menekuni menggambar komik sejak kelas IV SD. Saat itu dia mengawali dengan menggambar tokoh dari serial animasi My Little Pony. Hobi menggambarnya semakin terasah ketika mulai mencoba menggambar figur dan tokoh anime dalam buku komik.

Sejak saat itu pula, anak pertama dari pasangan Remi Sugiarto dan Suhartatik ini, mulai mengoleksi buku komik. Kebanyakan merupakan jenis cerita komik dari Negeri Sakura, Jepang. ’’Tapi ada juga karya dari komikus lokal dari Indonesia sendiri,’’ ungkapnya.

Hingga kini, setidaknya telah terkumpul sebanyak 51 jenis komik yang tersimpan rapi di rak buku dalam kamarnya. Uniknya, seluruh komik tersebut dibeli dari kantongnya sendiri. Setiap hari, Rara selalu menyisihkan uang jajan untuk ditabung. ’’Meski cuma Rp 500, saya masukkan dalam kaleng tabungan,’’ tandasnya.

Semakin banyak koleksi komiknya, kian luas pula referensi Rara untuk membuat karya komik. Dia mengaku selalu menyempatkan waktu luang untuk menggambar. Biasanya, aktivitas itu dilakukan dengan menyendiri di dalam kamarnya.

Tak hanya itu, saat di sekolah pun dia hampir tidak pernah lupa membawa alat tulis dan buku gambar. Rara meluangkan waktu untuk menggambar di sela jam pelajaran atau pada jam istirahat sekolah.

Dia mengatakan, saat dewasa kelak, dirinya ingin menjadi komikus profesional. Oleh karena itu, ke depan Rara juga berkeinginan untuk membuat sebuah buku komik yang secara keseluruhan berisi dari hasil karyanya sendiri. ’’Sebenarnya mau jadi animator, tapi kayaknya agak kesulitan. Mau jadi komikus saja,’’ jawab Rara polos.

Tak hanya itu, untuk melatih skill menulisnya, Rara juga mulai belajar untuk membuat novel. Saat ini, dia mengaku telah mempersiapkan untuk membuat karya tulis untuk dijadikan novel ringan.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia