Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Lahan Yang Diincar Pemkab Masih Berupa Ladang Tebu

19 Oktober 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Lahan di Kecamatan Mojoanyar tengah dilakukan studi kelayakan oleh pemkab untuk dijadikan tempat pemindahan kantor kabupaten. (fendi/radarmojokerto.id)

Pemindahan kompleks kantor pemkab dan ibu kota Kabupaten Mojokerto direncanakan di Kecamatan Mojoanyar. Rencana itu, tengah diseriusi pemerintah daerah. Bagaimana kondisi lahan yang tengah dibidik sebagai lokasi perkantoran pemerintah tersebut?

TERIK mentari begitu kuat kemarin siang. Jalan Raya Bangsal-Mojoanyar nampak lengang. Satu dua kendaraan roda dua melintas. Disusul truk bermuatan yang mengambil jalan pintas. Posisi calon lahan kantor baru Pemkab Mojokerto berada di Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar. Lokasinya, dilintasi Jalan Raya penghubung Bangsal-Mojoanyar yang melintang utara-selatan.

Areal lahan itu terhampar meluas perladangan tebu. Baik di sisi utara maupun selatan jalan raya yang kerap menjadi jalan pintas dari Surabaya ke Pasuruan itu berupa ladang tanaman tebu. Usia tebunya sekitar 1 bulan dengan tinggi belum sampai setengah meter. Dari situ diketahui luasan hamparan ladang tebu yang berhektare-hektare. Sangat luas. Meski, belum dapat dipastikan berapa luasannya dari hanya sekadar melihat hamparannya.

Hanya saja, jika melihat ke sisi barat, dari pinggir Jalan Raya Bangsal-Mojoanyar itu masih terlihat puncak gedung Sunrise Mall Mojokerto. Padahal, jarak lokasi itu dengan mal yang berada di Jalan Benteng Pancasila (Benpas) Kota Mojokerto sekitar 6 kilometer. Beberapa hari lalu, kalangan dewan sempat meninjau lokasi tersebut. Mereka turun ke lahan tebu melihat kondisi tanah, hamparan, hingga cuaca di lokasi. Dari pengamatan lapangan itu, dewan memberikan penilaian awal.

Sejauh ini, kalangan dewan masih mengkritisi penentuan lokasi di Kecamatan Mojoanyar itu sebagai lokasi pemindahan kompleks kantor pemkab. Alasannya, terlalu dekat dengan Kota Mojokerto, tempat pembuangan akhir (TPA) Randegan, dan juga berada di sekitaran sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi). Memang, di lokasi terlihat jajaran sutet. Diukur dengan GPS yang ada di telepon genggam, jaraknya sekitar 1 km lebih. Kemudian, jika dengan TPA Randegan sekitar 2,1 km. Dengan pusat Kota Mojokerto sekitar 6 km. Sedangkan, dengan kantor pemkab di Jalan Ahmad Yani, Kota Mojokerto, sekitar 6,2 km.

Di sebelah timur lahan itu juga berupa ladang tebu. Sekelilingnya masih ladang tebu. Di sebelah utara berbatasan dengan sungai kecil dan persimpangan. Jarak dengan permukiman terdekat sekitar setengah km. Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Mojokerto Alfiyah Ernawati, mengatakan, pemindahan kompleks perkantoran pemkab tersebut masuk dalam perencanaan. Pemindahan kompleks perkantoran dan ibu kota kabupaten memang wajib dilakukan pemkab. ’’Itu karena sudah diamanatkan dalam peraturan pemerintah,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, pemkab sekarang ini tengah mengkaji dan melakukan studi kelayakan lokasi tersebut. Diharapkan, tahapan-tahapan pemindahan kompleks perkantoran dan ibu kota Kabupaten Mojokerto itu dapat berlangsung sesuai jadwal. ’’Sekarang ini tahapan seperti studi kelayakan masih ditempuh,’’ tukas Ernawati.

(mj/fen/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia