Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Incumbent Bakal Bentuk Koalisi Gemuk

19 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Dengan koalisi gemuk, akan mempermudah mengarahkan kebijakan dalam pemerintahan. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wabup Pungkasiadi berencana membentuk koalisi besar dalam kontestasi pilkada 2020 nanti. Alasannya, dengan jumlah pengusung yang gemuk, kian mudah mengarahkan kebijakan sebuah pemerintahan. ’’Minimal di atas 50 persen,’’ ungkapnya ditemui seusai melantik 54 pejabat di lingkungan Setdakab Mojokerto, Jumat (18/10).

Menurut dia, 20 persen anggota dewan sudah dikantonginya. Dengan perhitungan, PDIP sebanyak 9 kursi, dan PBB satu kursi, dan sudah masuk dalam koalisi fraksinya. Pung memastikan, bakal melakukan pendaftaran ke parpol lain yang membuka penjaringan. ’’Saya berusaha lah,’’ tambahnya.

Pung juga mengomentari majunya Kusnan Hariadi, seorang PNS aktif di Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Menurut Pung, dengan majunya Kusnan justru bursa pilbup nanti akan semakin ramai dan kompetitif.

Namun, ia mengingatkan, agar Kusnan mengajukan mundur saat penetapan nanti. ’’Ya, kalau penetapan nanti, harus mundur,’’ ujarnya. Menurutnya, PNS yang berkeinginan maju, harus mundur saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan yang bersangkutan sebagai kandidat. Dengan majunya Kusnan, Pung tak merasa tersaingi. Justru, ia menilai proses demokrasi kian apik. ’’Baguslah. Tidak apa-apa. Semakin kompetitif,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kusnan yang dikabarkan memasukkan formulir pendaftaran cawabup dibantahnya. Menurut Kusnan, ia sangat serius maju dan menjadi bupati periode 2021-2024. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kusnan menerangkan, niat maju sebagai cabup bukan tanpa pertimbangan. ’’Saya merasa terpanggil karena banyaknya peristiwa yang menimpa bupati Mojokerto sejak tiga periode terakhir,’’ ungkapnya.

Kusnan ingin menghapus semua praktik korupsi yang terjadi di pemkab. ’’Saya ingin pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,’’ tambahnya. Semisal, yang sempat terbongkar oleh KPK atas praktik jual beli jabatan. Kusnan menilai, proses jual beli jabatan harus dibersihkan dari pemerintahan. ’’Saya ingin membersihkan. Istilahnya, pemerintahan yang baik dan amanah,’’ tandasnya.

Keseriusan ini dibarengi dengan pengajuan masa persiapan pensiun (MPP). Idealnya, Kusnan baru menjalani masa pensiun di tahun 2020 nanti. ”Semua sudah beres. Dan sudah diajukan ke BPKP,’’ tambah dia. Kusnan mendaftar di Nasdem bersama dua kandidat lain. Yakni,incumbent Pungkasiadi dan pensiunan kepala UPT Dispenda Jatim, Purwo Santoso. Mereka akan berebut rekom di partai dengan perolehan tiga kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia