Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Perselingkuhan Dokter-Bidan Dihentikan Polisi

19 Oktober 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

MAD saat mendatangi penyidik di Mapolres Mojokerto Kota. (dok/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyidikan skandal perselingkuhan melibatkan dokter spesialis ortopedi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, ARP, dan seorang bidan, MAD, dihentikan kepolisian, Jumat (18/10).

Suami MAD, Brigadir AK, sebagai pelapor secara resmi mencabut laporan kasus tindak pidana perzinahan yang melibatkan kedua tersangka tersebut. ’’Iya, Kamis (17/10) kemarin, secara tertulis, pelapor mencabut laporannya,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka.

Dengan dicabutnya laporan oleh Brigadir AK, secara otomatis, demi hukum, penyidikan harus dihentikan. ’’Karena kasus ini merupakan murni delik aduan. Jadi, otomatis perkaranya dihentikan,’’ tambahnya.

Menurut Ade Warokka, pencabutan laporan yang dilakukan Brigadir AK ini disampaikan melalui surat resmi dan dikirimkan kepada penyidik unit PPA. Dalam surat itu, pelapor mengaku telah memaafkan perbuatan kedua tersangka.

Setelah sebelumnya, kedua ARP dan MA menyadari dan mengakui kesalahan mereka. Kedunya juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. ’’Pernyataan minta maaf itu dituangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan) saat keduanya diperiksa sebagai tersangka,’’ terangnya.

Dengan demikian, sebagai tindak lanjut, kini penyidik akan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Penghentian kasus ini juga dibenarkan Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto. Menurut Bogiek, perkara dugaan pidana perzinahan yang melibatkan dokter dan bidan memang sudah dihentikan tim penyidik. ’’Kami juga sudah mengeluarkan SP3,’’ tegasnya.

Sebelumnya, penyidik menetapkan tersangka terhadap dr ARP dan bidan MAD dalam kasus skandal perselingkuhan di lingkungan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Kedua tersangka yang statusnya sama-sama masih mempunyai keluarga itu, dinilai telah melakukan tindak pidana perzinahan.

Penetapan tersangka ini tak lepas dari barang bukti yang didapat kepolisian. Di antaranya, hasil visum dokter RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Dari hasil visum itu, mereka diketahui baru saja melakukan hubungan suami istri. Semua sudah didukung dengan hasil swab vagina yang positif, dan ditemukan terdapat sperma.

Saksi ahli dari rumah sakit juga sudah menerangkan dalam BAP. Kondisi itu tentunya juga didukung dari sejumlah barang bukti yang turut diamankan dari serangkaian penyidikan dan penggerebekan. Meliputi, seprai, sarung bantal, hingga rambut yang tercecer di atas seprai kamar yang diduga sebagai tempat ARP dan MAD bercinta.

Di dalam kamar rumah bernilai hampir Rp 1 miliar ini, petugas turut menyita minyak rambut ARP. Karena perbuatannya, keduanya sebelumnya dijerat dengan pasal 284 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Perzinahan. Ancaman hukumannya maksimal 9 bulan penjara.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia