Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Pemkab Rombak 12 Pejabat Loyal

19 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

12 pejabat eselon II di Pemkab Mojokerto, menjalani mutasi, Jumat (18/10). (sofankurniawan/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wakil Bupati (Wabup) Pungkasiadi yang diprediksikan segera naik takhta sebagai bupati berusaha menata pemerintahannya.

Salah satunya merombak 53 pejabat mulai eselon II hingga IV, Jumat (18/10). Dari jumlah itu, 12 jabatan setingkat kepala dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) diutak-atik.

Kemarin siang, mereka yang terangkut gerbong mutasi itu diambil sumpahnya di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab. Termasuk 28 orang yang dipromosikan ke jabatan setingkat eselon III dan IV.

Kepala OPD yang terangkut antara lain, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Djoko Wijayanto bergeser menduduki kursi Inspektur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Zainul Arifin menjabat Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik). Kepala Dispendukcapil Bambang Eko Wahyudi, menduduki kursi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sedangkan, jabatan lamanya sebagai kadispendukcapil diisi Bambang Wahyuadi yang sebelumnya menjabat Inspektur.

Ada pula pejabat yang hanya lukir (saling isi, red) posisi. Bambang Purwanto dan Didik Pancaning Argo yang gantian saling mengisi kursi. Baik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Serta terdapat dua nama pejabat plt yang kini didefintifkan. Yakni, Ardi Sepdianto yang resmi menyandang status sebagai Kadiskominfo sejak kosong ditinggal Achmad Jazuli menjadi Sekdakab Jombang. Dan, Eddy Taufiq yang resmi menjabat Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (KPRKP2) setelah kosong ditinggal Mokhamad Rifai.

Selain itu, pada mutasi kemarin, jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dikembalikan sesuai keprofesian. Dengan menggeser Didik Khusnul Yakin dan diisi dr. Sujatmiko yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD Prof dr. Soekandar Mojosari.

Didik Khusnul Yakin beralih kursi di Kepala DLH. Sementara Zaenal Abidin yang masuk dalam list tersangka KPK, juga harus merelakan kursinya sebagai kepala dispendik untuk duduk di kursi Staf Ahli. Bersama Choirunnisak yang hanya berganti di posisi di bidang pemerintahan, hukum dan politik.

Usai pelantikan, Wabup Pungkasiadi, mengaku, rotasi kali ini hanya sekadar me-refresh struktur pejabat di sekelilingnya. Di mana, kompetensi menjadi faktor utama dalam perombakan. Ia juga menyebut loyalitas menjadi faktor yang tak kalah penting.

Yang mana, arti loyal lebih ditujukan secara kelembagaan. Bukan secara pribadi. ’’Yang pertama jelas kompetensi, dan juga loyalitas. Bukan loyal terhadap saya, tapi loyal kepada pemerintahan agar pembangunan ini bisa terus berjalan,’’ terangnya.

Hanya saja, pergeseran kemarin tak mengurangi jumlah kekosongan kursi jabatan setingkat eselon II. Masih ada delapan kursi yang dibiarkan kosong. Di antaranya kursi kadisnaker, kadisperta, kadispari, dan kasatpol PP yang masih diisi plt.

Termasuk 4 kursi dampak pergeseran kemarin, seperti kepala baskesbang, kepala DPMD, kadisparpora, dan Direktur RSUD Prof dr. Soekandar. Sebagai plt, ditunjuk pejabat sebelumnya.

Terhadap kekosongan itu, Pung menegaskan, bakal segera mengisi dengan wajah-wajah baru. Dengan lebih dulu menggelar lelang jabatan atau seleksi terbuka (selter).

Bahkan, pengajuan lelang telah dilayangkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebelum diumumkan ke publik kemarin. ’’Nanti coba dicek, kemungkinan sudah tayang pengumumannya,’’ pungkasnya.

Selain merombak struktur pejabat OPD, wabup juga mempromosikan sejumlah pejabat dan staf naik ke eselon III dan IV, mereka promosi dan duduk di kursi mulai dari kasi, kasubag, kasubid, kabid, hingga sekretaris.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia