Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Nenek Tewas Terbakar Tumpukan Sampah yang Dibakarnya Sendiri

17 Oktober 2019, 19: 30: 31 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com for radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cerita memilukan dialami Sawinah, Rabu (16/10) pagi. Nenek berusia 76 tahun asal Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, tewas setelah tubuhnya terbakar dedaunan pohon yang dibakarnya sendiri di belakang rumah.

Keluarga sempat membawa korban ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapat perawatan medis. Namun, nasib berkata lain. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.30. ”Tubuh korban mengalami luka bakar sekitar 60 persen,” ujar Direktur RSI Sakinah Mojokerto, dr Ahmad Lathifi.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Sawinah yang diantar keluarganya bukan hanya dirawat di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat). Tim dokter yang merawat sekaligus mendiagnosis luka bakar tubuh korban, memutuskan memindahkan Sawinah ke ruang isolasi di ruang Wahab Hasbullah.

Menyusul, kondisi korban yang dinilai berpotensi membaik. Medical Service Manager RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam, menambahkan, pasien meninggal dunia diduga akibat mengalami dehidrasi tinggi karena luka bakar. ”Kekurangan cairan. Ya, karena luka bakarnya,” katanya.

Pihak rumah sakit, lanjut Umam, sebenarnya sudah melakukan pemulihan terhadap kondisi korban yang mengalami dehidrasi. Sehingga, pasca redrehidasi dilakukan, tim medis kemudian memindahkan pasien ke ruang isolasi di ruang Wahab Hasbullah. ”Namun, begitu menjalani perawatan, korban mengalami henti napas. Dan, meninggal dunia,” paparnya.

Kanitreskrim Polsek Sooko, Ipda Abdul Wahab, mengungkapkan, insiden nahas menimpa korban terjadi pukul 09.00. Ceritanya, pasca bangun tidur, korban memang terbisa membersihkan dedaunan jatuh dan sampah di halaman belakang rumah. Seperti kebiasaan yang dilakukan selama ini. Dedaunan yang dikumpulkan tersebut kemudian dibakar.

Lokasi pembakaran sampah berada di sekitar kebun bambu belakang rumahnya. Namun, karena kobaran api yang dibakar membesar dan hampir menyulut kebun bambu, terang Abdul Wahab, korban berusaha memadamkan api agar tidak menjalar.

Namun, petaka justru menghampiri korban. Sawinah yang berniat memadamkan dengan berlari mendekati titik api justru terjatuh. Ironisnya, tubuh korban terjatuh tepat di atas bara api yang membakar tumpukan sampah. ”Karena melihat kobaran api mendekati barongan, ia berlari dengan maksud memadamkan. Namun, korban malah terjatuh di tumpukan sampah itu,” katanya.

”Tubuhnya lantas terbakar bersama kobakaran api,” imbuhya. Tidak ada warga atau keluarga yang mengetahui insiden ini. Hanya saja, tidak beberapa lama kemudian, sang suami, Abdullah, 73, baru datang dari bertani di sawah dikejutkan dengan peristiwa menimpa istrinya.

Ia melihat istrinya tidak berdaya di atas tumpukan sampah yang terbakar. Melihat itu, ia berusaha menolong sembari berteriak meminta pertolongan warga. Tetangga korban yang mendengar teriakan bergegas menuju lokasi.

Mereka berusaha membantu menyelematkan. Hanya saja, karena hampir 60 persen tubuh korban terbakar, mereka memutuskan membawa korban ke RSI Sakinah Mojokerto. ”Tapi, korban meninggal dunia saat menjalani perawatan pukul 13.30,” tandasnya.

Abdul Wahab menambahkan, memang saat peristiwa nahas menimpa korban, hampir tidak ada keluarga atau warga mengetahui. Kondisi lingkungan sedang sepi. Apalagi, tumpukan sampah yang berdekatan dengan kebun bambu berada di halaman belakang rumah. ”Kejadian ini tidak ada yang mengetahui, karena di belakang rumah korban,’’pungkasnya. (shalihin)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia