Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Bidan Tersangka Perzinahan, Datangi Panggilan Polisi

16 Oktober 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Tersangka tindak pidana perzinahan MAD mendatangi Mapolresta Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (15/10).

Tersangka tindak pidana perzinahan MAD mendatangi Mapolresta Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (15/10). (khudori/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tersangka kasus perselingkuhan melibatkan dokter spesialis ortopedi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, ARP dan seorang bidan, MAD, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Mapolresta Mojokerto, Selasa (15/10).

Sebelumnya, oleh tim penyidik, mereka dijerat dengan pasal perzinahan. Namun, hingga sore hari hanya MAD, yang memenuhi panggilan. MAD sebenarnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pukul 09.00. Namun, dia baru datang sekitar pukul 11.13 dengan berpenampilan menarik. Mengenakan baju biru muda, berhijab, dan mengenakan kacamata.

Tak berselang lama ia lantas memasuki ruang penyidikan Unit PPA setreskrim di lantai dua. Dia yang nampak malu-malu terus menghindari wartawan, dengan didampingi dua anggota polwan.

’’Kami panggil keduanya. Dalam surat panggilan, si perempuan dijadwalkan pukul 09.00, dan yang laki-laki sekitar pukul 11.00,’’ kata Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka.

Namun, Ade belum memberikan keterangan detail soal pemanggilan tersebut. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, menyebutkan, keduanya diperiksa sebagai tersangka perkara tindak pidana perzinahan.

Pemeriksaan MAD berlangsung cukup lama. Bahkan, hingga pukul 17.00, tanda-tanda pemeriksaan juga belum selesai. Penyidik masih fokus dalam pemeriksaan di ruang tertutup tersebut.

Pun demikian dengan tersangka dr ARP, hingga waktu menunjukkan pukul 17.00 kemarin, dia belum hadir dalam pemanggilan. Bahkan, terkesan mangkir dari panggilan.

’’Jika yang laki-laki tidak datang, kami akan kirim surat panggilan kedua. Jika tidak datang kembali maka kami akan jemput paksa,’’ terangnya.

Sebelumnya, satreskrim menetapkan ARP dan MAD sebagai tersangka dalam kasus skandal perselingkuhan. Kedua tersangka yang sama-sama masih memiliki keluarga itu dinilai telah melakukan tindak pidana perzinahan.

MAD adalah masih istri sah anggota kepolisian Mapolsek Puri, Brigadir AK. Kasus ini bermula saat ARP bersama MAD digerebek AK, istri sah MAD, bersama perangkat kelurahan di perumahan elite Villa Royal Regency Wates, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (1/10).

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, menyatakan, penetapan tersangka ini setelah penyidik menggelar perkara atas dugaan kasus perselingkuhan melibatkan keduanya.

Hasilnya, perbuatan keduanya dinilai telah memenuhi unsur tindak pidana perzinahan. Penetapan tersangka juga tak lepas dari barang bukti yang didapat kepolisian.

Di antaranya, hasil visum dokter RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Dari hasil visum itu, mereka diketahui baru saja melakukan hubungan suami istri. ’’Semua sudah didukung dengan hasil swab vagina yang positif, ada terdapat sperma. Saksi ahli dari rumah sakit juga sudah menerangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan),’’ paparnya.

Sejumlah barang bukti lain juga turut diamankan. Meliputi seprai, sarung bantal, hingga rambut yang tercecer di atas seprai kamar, diduga sebagai tempat ARP dan MAD memadu cinta. Keduanya dijerat dengan pasal 284 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Perzinahan. Ancaman hukumannya maksimal 9 bulan penjara.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia