Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Panitia Ketapanrame Menggelar Kampanye Damai

Diuji Tiga Panelis, Sampaikan Visi Misi Layaknya Pilpres

16 Oktober 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.id

Dua cakades Ketapanrame, Slamet Rahardjo (kiri) dan Zainul Arifin (kanan) mendengar pertanyaan panelis saat penyampaian visi-misi dalam ikrar kampanye damai. (Faris/radarmojokerto.id)

Pilkades yang tinggal seminggu lagi memaksa cakades saling beradu kemampuan dan gagasan dalam merebut hati masyarakat. Salah satunya lewat kampanye visi dan misi yang biasa dilakukan dengan memasang banner atau spanduk.

Di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, kampanye terbuka justru dibungkus dengan debat cakades. Metode ini disebut-sebut pertama kali digelar di Jawa Timur.

SELASA (15/10) hingga Kamis (17/10) besok menjadi hari paling sibuk bagi 721 cakades di 251 desa se-Kabupaten Mojokerto. Pertarungan politik antarcakades secara resmi dibuka lewat kampanye terbuka pilkades serentak 2019. Selama tiga hari, ratusan cakades bakal beradu kemampuan dalam meyakinkan para pemilih.

Berbagai cara dan upaya dilakoni cakades demi bisa menarik simpati warga di masing-masing desa tempatnya mendaftar. Tak jarang, para cakades bersaing jor-joran mengumpulkan warga sebanyak-banyaknya dengan menggelar agenda kampanye. Mulai dari liwetan bersama, ngopi bareng, sampai menggelar lomba mancing.

Namun, di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ada satu agenda kampanye yang jarang ditemui di desa-desa lain. Yakni, penyampaian visi-misi cakades yang diseting layaknya debat antarcalon kades.

Selasa (15/10), debat antar dua cakades, yakni Slamet Rahardjo dan Zainul Arifin, berlangsung riuh di balai desa setempat. Debat tersbeut sekaligus menandai ikrar damai kedua calon selama berlangsungnya tahapan pilkades serentak. Layaknya debat calon kepala daerah maupun presiden, penyampaian visi-misi dan program kerja juga disaksikan ribuan pendukung dan warga desa setempat.

Mereka rela berduyun-duyun mendatangi balai desa setempat demi bisa menyaksikan pemaparan dan tujuan kedua calon mencalonkan diri sebagai kades untuk masa bakti 2019-2020.

Debat semakin sengit manakala panitia juga mendatangkan tiga orang panelis. ’’Memang, dari awal panitia ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat. Agar tidak terjadi pembodohan melihat visi misi yang global saja. Kita datangkan panelis, untuk memperdalam, sehingga keluar program dan kegiatan riil,’’ terang Ketua Panitia Pilkades Desa Ketapanrame, Khusnul Yakin.

Dalam penyampaian visi-misi itu, dua cakades diuji dengan tiga pertanyaan pokok selama menjalankan roda pemerintahan tingkat desa, jika terpilih. Dimulai dari arah kebijakan publik, efektifitas pengelolaan keuangan desa, hingga upaya pengembangan ekonomi, serta perberdayaan masyarakat desa setempat.

Tak tanggung-tanggung, tiga materi itu disampaikan langsung oleh panelis yang didatangkan panitia sesuai kompetensi masing-masing. Mulai dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ardi Sepdianto; akademisi dari Universitas Surabaya Dr. Heri Pratono; serta jurnalis Kompas TV, Muhammad Syafiuddin.

Keduanya dituntut mampu menjawab tiga pertanyaan yang dilontarkan masing-masing panelis dihadapan publik langsung. Sehingga kampanye tidak sekadar retorika belaka, namun juga berdasarkan pandangan ilmiah. Kondisi inipun sempat memunculkan sorak sorai antarpendukung kedua calon.

Hingga panitia berkali-kali menenangkan para pendukung yang berada di luar pendapa balai desa. Akan tetapi, keriuhan tersebut bisa diredam dengan kesigapan panitia yang sudah mengantisipasi sejak awal.

Sehingga prosesi debat berjalan lancar dan aman. ’’Hal inilah (riuh dan panas, Red) yang kami khawatirkan jika dilakukan debat antarcalon. Suasana bisa makin panas. Makanya, kami ubah menjadi hanya penyampaian visi-misi,” jelas Yakin, sapaan akrabnya.

Menanggapi ikrar kampanye model seperti itu, Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengaku cukup pengapresiasi. Di mana, konsep debat cakades kali ini menjadi satu-satunya yang ada di Kabupaten Mojokerto, bahkan di Jawa Timur.

’’Bagus konsep acaranya. Ini menunjukkan SDM masyarakat Desa Ketapanrame lebih maju. Dengan ini, visi misi calon kepala desa yang menjadi dasar penyusunan RPJM-Des bisa diketahui oleh masyarakat luas sejak awal,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, panitia, perangkat desa dan juga tokoh masyarakat mengaku puas dengan konsep kampanye damai mdoel debat kali ini. Di mana, masyarakat bisa mengetahui langsung visi-misi dan program kegiatan konkrit yang dapat dilaksanakan masing-masing calon yang akan memimpin desa mereka.

Sehingga ketika salah satu terpilih, masyarakat bisa langsung menagihnya sesuai janji yang disampaikan. ’’Alhamdulillah, kegiatannya berjalan sesuai harapan. Kedua calon akhirnya memaparkan program-program konkritnya setelah dikupas oleh para panelis,’’ kata Rohmad Syafii, sekretaris desa sekaligus Plt Kades Ketapanrame.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia