Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Terjaring Razia, Keponakan Anggota Satpol PP Dibiarkan Lolos

15 Oktober 2019, 14: 05: 56 WIB | editor : Imron Arlado

Radar mojokerto

Petugas satpol PP melepas salah satu pasangan yang terjaring razia lantaran masih keponakan petugas. (Khudori/radarmojokerto.id)

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tiga pasangan bukan suami istri, terjaring razia Satpol PP, Kota Mojokerto, Selasa (15/10). Satu diantaranya, dibiarkan lolos lantaran masih keponakan petugas satpol PP.
Pasangan itu tengah berduaan dalam kamar kos di kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Razia rutin ini dilakukan petugas pukul 11.47 WIB. Menggunakan dua mobil patroli, sejumlah personil penegak perda ini langsung menuju rumah kos di Kelurahan Meri atau tepat di belakang Kantor Disperindag Kota.
Kedatangan petugas yang mendadak ini, membuat penghuni kos kelabakan. Satu diantaranya, nekat melarikan diri setelah kedapatan berduaan berada di dalam kamar kos yang belakangan diketahui tak mengantongi izin tersebut.
Namun, pelarian pelaku berakhir. Dia akhirmya tertangkap setelah petugas mengejarnya menggunakan motor.
Benar saja, keduanya tidak memiliki hubungan suami istri sah. "Kita cuma teman kok pak. Ini baru saja main ke sini," lontar si perempuan ke petugas.
Namun, alasan itu tak membuat petugas percaya begitu saja. Keduanya lantas diminta menyerahkan identitasnya untuk dilakukan pendataan lalu dilanjut pembinaan.
Tak berhenti sampai di situ. Perdebatan kembali terjadi saat petugas kembali melakukan pemeriksaan kamar.
Selain cukup lama pintu kamar tak kunjung dibuka, ternyata yang cukup mengejutkan, pasangan muda mudi bukan suami istri ini merupakan keponakan anggota satpol PP. "Iki adik ku dewe (ini adek saya sendiri)," bisik oknum petugas kepada petugas lain yang sedang melakukan pengecekan identitas keduanya.
Tarik ulur penyitaan identitas pun sempat berlangsung diantara petugas. Alhasil penyitaan pun gagal dilakukan. Keduanya yang sempat hendak diamankan, akhirnya gagal. "Mereka tidak diamankan, tapi kami sudah mendata semua identitasnya," ungkap Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Sugiono.
Pendataan identitas itu, sedianya untuk melakukan pemanggilan bagi mereka yang terjaring razia saat berada di dalam kamar bersama pasangannya.
Sugiono memastikan, akan melakukan pembinaan mereka di kantor esok. "Kita temukan ada tiga pasangan bukan suami istri. Satu kamar bahkan terdiri dua perempuan dan satu laki-laki," tegasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia