Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pengangguran di Kota Mojokerto Mencapai 2.340 Orang

15 Oktober 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawa pos radar mojokerto

Bursa kerja yang dibuka Disnakertrans Kota Mojokerto selalu ramai oleh para pemburu kerja. (dok/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Jumlah pengangguran di Kota Mojokerto mencapai 2.340 orang. Mereka sebagian besar berlatar belakang tingkat pendidikan dari sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Hariyanto, mengatakan, jumlah warga yang belum mendapatkan pekerjaan masih tinggi. Untuk tahun 2017 jumlahnya sebanyak 3.273 orang alias 4,88 persen.

Dibanding tahun 2018, kata dia, jumlahnya mengalami penurunan 1,27 persen. Yakni, menjadi 2.430 orang atau 3,61 persen. Meski begitu, jumlah itu masih dianggap tinggi karena berkisar ribuan warga yang tak memiliki pekerjaan alias jobless.

Menurut Hariyanto, sebagian besar pengangguran itu berlatar belakang pendidikan tingkat SMK. Mereka ini masuk dalam angkatan kerja, tetapi belum mendapatkan tempat pekerjaan. ’’Tingginya jumlah pengangguran disebabkan jumlah lulusan anak SMK yang masih banyak belum dapat kerja,’’ ujar dia.

Lebih jauh, dikatakannya, masih belum tertampungnya tenaga kerja produktif itu dipengaruhi minimnya lowongan pekerjaan. ’’Baik di kalangan perusahaan-perusahaan, BUMN maupun BUMD minim lowongan kerja,’’ tukas Hariyanto.

Meski begitu pihaknya berupaya menggerus angka pengangguran. Di antaranya, membuka selang informasi lowongan kerja kepada pencari kerja. Juga, melatih kewirausahaan yang bersifat nasional. Juga membuka bursa kerja di tingkat SMK. ’’Ada juga latihan kerja dengan Disnaker Provinsi dengan perusahaan besar,’’ sambung dia.

Tahun ini, pihaknya menargetkan ada penurunan angka pengangguran mencapai 1 persen. Sehingga, paling tidak angka pengangguran berada di angka 2,6 persen. Itu dilakukan salah satunya dengan mencari terobosan dana hibah ke Kementerian Koperasi. ’’Tahun ini dapat dana hibah sebanyak 17 pelaku usaha,’’ sebutnya.

Dirinya juga menyebutkan, kenaikan tren investasi tiga tahun belakangan juga turut menyumbang penurunan angka penggangguran. ’’Jadi mengisi sektor tenaga kerja di beberapa perusahaan. Dan juga membentuk wirausaha baru. Pemberdayaan dan peningkatan mutu UMKM. Serta, pemberdayaan koperasi kepada anggota untuk jadi wirausahawan,’’ imbuhnya.

Untuk diketahui, kurun tiga tahun terakhir investasi di Kota meningkat. Bahkan, di per Agustus tahun 2019 ini, nilai investasi mencapai Rp 1,4 triliun lebih dari 99 investor. Nyatanya, seiring meningkatnya investasi itu, masih terdapat 2 ribu lebih warga kota dalam kondisi menganggur.

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia