Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tegur Tetangga Agar Tebang Pisang, Malah Dipenjara

15 Oktober 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Tegur Tetangga Agar Tebang Pisang, Malah Dipenjara

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Apes betul yang dialami Agusono Adam, warga Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojoketo. Hanya karena cara mengingatkan tetangganya agar memotong pisang yang hendak roboh ke rumahnya dengan membawa parang, dia berurusan dengan kepolisian, Senin (14/10).

Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Bangsal setelah terbukti membawa parang sambil mengancam korban dengan inisial TR, 46, tetangganya. ’’Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Tapi karena, jalan mediasi tak menemukan hasil, pelaku akhirnya diamankan di mapolsek,’’ ungkap Paur Baghumas Polres Mojokerto, Ipda Teguh karyadi.

Dia disangka dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo Pasal 335 KUHP tentang perbuatan memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan ancaman kekerasan. Ancamannya juga jelas, dengan hukuman penjara paling lama satu tahun atau denda Rp 4.500. ’’Dalam kasus ini pelaku mengancam akan membunuh korban, istri dan anaknya jika tidak mau memotong pohon pisang milik korban,’’ terangnya.

Peristiwa ini terjadi Kamis (10/10) sekitar pukul 18.30. Saat itu, istri pelaku memberitahu kepada korban untuk memotong pisang yang akan roboh ke rumahnya. Sayangnya, permintaan istri pelaku tak direspons positif oleh korban.

Korban seakan tidak menghiraukan. Sontak hal itu membuat pelaku emosi. Dengan membawa sebilah parang, pelaku lantas mendatangi rumah korban yang merupakan tetangganya. ’’Sambil melontarkan ancaman, pelaku mengacung-acungkan parang pada korban,’’ terangnya.

Beruntung peritiwa itu tak membuat pelaku nekat. Kerasnya ancaman yang dilontarkan pelaku juga mengundang kerumunan para tetangga.

Warga yang melarai lantas membawa pelaku ke rumah perangkat desa untuk diseleaikan dengan cara kekeluargaan. Namun, upaya itu gagal. Korban yang sudah telanjur tersinggung bersikeras melanjutkan persoalan tersebut ke ranah pidana. ’’Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita barnag bukti sebilang parang,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia