Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
LPI Asy-Syarif Gelar Peringatan HSN 2019

Bersalawat untuk Keutuhan NKRI, Mencetak Generasi Antihoaks

14 Oktober 2019, 23: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ribuan pengunjung tablig akbar dan gema salawat mendengarkan pemaparan Dr. Henri Subiakto, Drs. SH, MA, di halaman LPI Asy-Syarif Mojokerto, Minggu (13/10).

Ribuan pengunjung tablig akbar dan gema salawat mendengarkan pemaparan Dr. Henri Subiakto, Drs. SH, MA, di halaman LPI Asy-Syarif Mojokerto, Minggu (13/10). (LPI Asy-Syarif for radamojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Asy-Syarif Mojokerto menggelar rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Terdapat dua agenda yang dihelat dalam lingkungan LPI Asy-Syarif di Perumahan Kompleks Kharisma, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/10).

Meliputi, Seminar Smart Parenting bertajuk Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Mencetak Generasi Antihoaks. Dan, malam harinya dilanjutkan dengan pengajian umum bertema Tablig Akbar dan Gema Salawat untuk Keutuhan NKRI.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Hj. Ida Fauziyah (dua dari kiri), berswafoto dengan pemateri seminar smart parenting.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Hj. Ida Fauziyah (dua dari kiri), berswafoto dengan pemateri seminar smart parenting. (LPI Asy-Syarif for radarmojokerto.id)

’’Sebagai lembaga pendidikan Islam, kami merasa memiliki kewajiban dan tanggung jawab senantiasa mengedukasi masyarakat dan semua pihak. Khususnya, dalam hal penguatan mental, spiritual, wawasan TIK, dan kebangsaan,’’ tutur  Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syarif Hj. Ida Fauziyah.

Seminar dipusatkan di pendapa Asy-Asyarif ini dihadiri 300-an lebih peserta. Meliputi, unsur kepala sekolah TK-KB dan SD, kalangan guru, wali murid, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Mojokerto. Mereka mendapat kesempatan menimba ilmu dan wawasan langsung dari pemateri berkompeten.

Di antara, narasumber yang dihadirkan itu dari Kemen Kominfo Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs. SH, MA, dan pakar ahli teknologi informasi (IT) Setya Chendra Wibawa, SPd. MT, dari Unesa Surabaya. 

Ida Fauziyah menuturkan, seminar tersebut bagian dari upaya LPI Asy-Syarif untuk membangun dan mencetak generasi unggul. Dapat sedini mungkin mengenali misinformasi dan disinformasi yang belakangan ini berkembang.

Sehingga, akan mampu menghindari informasi atau berita-berita berita hoaks, bullying, maupun hate speech (ujaran kebencian) di media sosial (medsos). Ida Fauziyah menyatakan, Indonesia merupakan 5 negara pengguna internet terbesar. Tingkat penggunanya telah mencapai 171 juta atau 60-an persen dari jumlah penduduk.

Dari situ, diperlukan wawasan dan arahan penggunaan IT yang smart dan bijak. Agar tidak mudah turut menyebarkan berita hoaks, fitnah, bullying, hate speech, dan menyesatkan. Karenanya perlu diberikan arahan pemanfaatkan teknologi yang berdampak positif.

Baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan pendidikan. Semisal dengan meningkatkan SDM, skill, hingga peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis TIK. ’’Terpenting, bagi orang tua dan guru, harus melakukan pendampingan anak-anak dan keluarga dalam memanfaatkan internet dan IT,’’ imbuhnya.

Malam harinya, halaman LPI Asy-Syarif (KB-TK dan SDI) dipadati sekitar 5 ribuan pengunjung yang menghadiri tablig akbar dan gema salawat. Selain diajak bersalawat, mereka berkesempatan mengikuti dialog interaktif dari beberapa pengisi.

Meliputi, staf ahli bidang hukum Kemen Kominfo Prof. Dr. Hendri Subiakto, Drs. SH. MA, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Drs. H. Taufiq Abdullah, dan KH. Maman Imanul Haq dari Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), sekaligus Pengasuh PP Al Mizan Majalengka, Jawa Barat (Jabar).

’’Ya, sebagai ghirah HSN 2019 ini, kami ingin menyemangati bagaimana jihat kebaikan. Jihat dari kebodohan, menuju jalan terang, dan jihat dari kemiskinan,’’ tandas Ida Fauziyah. Nampak hadir pula kalangan kiai dari Mojokerto dan Jombang.

Di antaranya, Ketua Tanfidz PC NU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alawi, dan beberapa kiai sepuh. Serta, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh, bersama anggota F-FKB. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia