Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kecam Paham Radikalisme, Dukung Pengusutan Penusukan Menko Polhukam

14 Oktober 2019, 22: 31: 18 WIB | editor : Mochamad Chariris

Peserta PKD PC GP Ansor Kota Mojokerto mencium bendera merah putih dalam proses pembaitan.

Peserta PKD PC GP Ansor Kota Mojokerto mencium bendera merah putih dalam proses pembaitan. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi teror yang menimpa Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (11/10) mendapat kecaman keras dari sejumlah pihak.

Termasuk dari GP Ansor sebagai organisasi sosial-keagamaan yang mengawal teguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka menilai, kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan. Sehingga, dinilai berpotensi memecah-belah keutuhan NKRI yang sudah terbingkai lama dalam ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto Ahmad Saifulloh, menegaskan, sikapnya yang mengecam keras terhadap tindakan kekerasan dan paham terorisme. Ia juga menjelaskan soal tidak ada satupun dalil atau dasar hukum dalam Islam yang membenarkan tindak kekerasan.

Bahkan, tak satupun bentuk kekerasan baik fisik maupun nonfisik yang dihalalkan oleh agama dan negara. Sehingga, keamanan dan ketentraman harus senantiasa terjaga dan tercipta demi mewujudkan perdamaian.

’’Peristiwa ini (teror Menko Polhukkam, Red) tidak bisa kita benarkan dalam sudut pandang apa pun. Terutama, dalam sudut pandang agama yang tidak membolehkan adanya kekerasan,’’ ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung kepolisian agar secepatnya mengusut tuntas oknum pelaku penusukan dan teror sampai ke akar-akarnya. Termasuk, memberantas paham terorisme dan radikalisme yang disebut-sebut telah mengakar di tubuh pelaku. Hal ini, lanjut Saifulloh, tak bisa dibiarkan.

Mengingat, paham tersebut sangat merusak dan mengancam NKRI. ’’Untuk dapat mengusut secara tuntas di balik upaya penusukan Pak Wiranto. Kami mengimbau masyarakat juga mendukung upaya Polri dengan menjaga kondusifitas dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan,’’ imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, Ansor akan senantiasa bergerak untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pemahaman Islam rahmatan lilalamin. Dengan cara meneruskan regenerasi keanggotaan Ansor lewat Pelatihan Kader Dasar (PKD), sejak Jumat (11/10) hingga hari ini.

Dalam agenda kaderisasi itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang bahaya gerakan radikalisme. Yakni, lewat bedah buku Pancasila vs Khilafah, yang ditulis oleh Mohammad Nuruzzaman, kader NU sekaligus kepala Densus 99 PP GP Ansor.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia