Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Berita Daerah

Proyek Double Track KA Mulai, Warga Terdampak Diminta Boyongan

14 Oktober 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Sejumlah pekerja sedang melakukan tahap pengurukan untuk proyek jalur ganda di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon (Jalan Benten Pancasila), Minggu (13/10).

Sejumlah pekerja sedang melakukan tahap pengurukan untuk proyek jalur ganda di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon (Jalan Benten Pancasila), Minggu (13/10). (rizal/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proyek double track atau jalur ganda kereta api (KA) Mojokerto-Wonokromo terus dikebut. Puluhan rumah warga yang terdampak harus bersiap-siap boyongan. Pasalnya, sejak digulirkan awal Oktober lalu, tahap pengurukan yang dimulai dari Jombang telah melintas di Kota Mojokerto.

Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur Sudarto, menjelaskan, sentuhan fisik awal proyek double track telah berjalan selama dua pekan. Proses tersebut berupa pengurukan sebagai fondasi dasar dari jalur ganda yang menghubungkan Mojokerto-Wonokromo itu. ’’Iya, kalau tidak salah sudah mulai tanggal 1 (Oktober) lalu,’’ terangnya, kemarin (13/10).

Proyek double track dilaksanakan secara multiyears hingga 2020 mendatang. Sunarto menyebutkan, tahun ini sentuhan fisik bakal difokuskan untuk jalur KA yang melintas di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. ’’Jadi mulai Jombang sampai Mojokerto dulu,’’ terangnya.

Setidaknya, pengurukan dilakukan dengan lebar kurang lebih 13 meter di sebelah selatan rel atau tepatnya di sisi kiri jalur KA dari arah Surabaya. Dari Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, tahapan pengurukan yang dimulai dari Jombang tersebut telah berlangsung hingga wilayah Kota Mojokerto.

Minggu (13/10), sejumlah truk pengangkut material berupa pasir dan batu (sirtu) terlihat silih berganti melakukan dumping muatan di sepanjang jalur KA di Kelurahan Blooto dan juga Prajurit Kulon. Alat berat seperti backhoe dan juga buldoser juga sedang sibuk melakukan pengerukan serta meratakan tanah.

Tak hanya itu, proses pengurukan juga terpantau di jalur KA di Jalan Benteng Pancasila (Benpas). Sudarto mengaku tidak mengetahui pasti berapa lama tahap awal itu akan berlangsung. Yang jelas, setelah tahap pengurukan rampung, akan langsung dilakukan pengerjaan atas berupa pemasangan jalur ganda. ’’Pokoknya sampai selesai, nanti dibikin langsung rel,’’ ulasnya.

Disinggung terkait puluhan rumah yang terdampak yang berada di wilayah Kota Mojokerto, Sudarto menyatakan jika warga telah diminta untuk bersiap-siap mengosongkan rumah. Pasalnya, lahan yang ditempati hunian di sepanjang Kelurahan Prajurit Kulon dan Miji tersebut merupakan aset milik PT KAI.

Terlebih, pihaknya juga telah melakukan pendekatan dan sosialisasi sejak dua tahun lalu kepada warga yang terdampak. Sehingga, telah dicapai kesepakatan untuk segera boyongan jika proyek double track telah mulai dijalankan. ’’Jadi kalau ada yang kontrak ya dikembalikan, karena di kontraknya berbunyi sewaktu-waktu dipakai oleh kereta api harus meninggalkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, sebagian besar warga yang terdampak jalur ganda di Kota Mojokerto masih memilih untuk bertahan di tempat tinggal masing-masing. Seperti yang terpantau di Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin. Belum terlihat warga yang telah mengosongkan rumahnya.

Ketua RW 04 Lingkungan Sabuk, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Suwoto, mengatakan, setidaknya terdapat 40an rumah yang terdampak di lingkungannya. Namun, pemilik rumah yang terdiri dari RT 01 dan RT 02 tersebut belum ada satu pun yang boyongan.

Alasannya, mereka masih menunggu pemberian kompensasi yang dijanjikan sebelumnya. ’’Belum ada pemberitahuan, kita juga menunggu pencairan ganti untungnya,’’ imbuhnya.

Menurutnya, seluruh warga telah legawa jika rumah mereka tergusur akibat pembangunan jalur ganda. Pasalnya, seluruh warga sejak awal mengetahui jika lahan yang ditempati sejak puluhan tahun itu merupakan lahan milik PT KAI.

Namun, sesuai kesepakatan awal, warga akan mengosongkan rumah jika menerima pemberitahuan dan uang kompensasi. Selambat-lambatnya, mereka akan mengosongkan rumah dalam tempo tujuh hari. ’’Warga sudah siap semua, tidak ada komplain. Cuma tinggal nunggu pencairan saja,’’ pungkasnya. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia