Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tren Investasi di Kota Mojokerto Terus Naik

14 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Sektor perdagangan di Kota Mojokerto terus membaik sejak beberapa tahun terakhir.

Sektor perdagangan di Kota Mojokerto terus membaik sejak beberapa tahun terakhir. (sofan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tren penanaman modal di Kota Mojokerto diketahui mengalami kenaikan. Ini dipengaruhi sejumlah sektor yang masih mendominasi. Seperti perdagangan dan jasa.

Luasan wilayah administrasi Kota Mojokerto terbilang kecil. Yakni, sekitar 20 kilometer persegi. Terdiri dari tiga kecamatan dan 18 kelurahan. Denyut penanaman modal di Kota Onde-Onde ini dirasakan kian meningkat.

Pertumbuhan investasi itu setidaknya terukur dari kian ramainya lalu lalang orang di kota. Kemudian, tumbuhnya tempat-tempat pendukung kegiatan ekonomi baru. Yang kemudian, diharapkan meningkatkan roda perekonomian perkotaan.

Sektor perdagangan dan jasa yang telah lama mendominasi Kota Mojokerto kembali menjadi roda penggerak kenaikan investasi. Ini terlihat dari data yang ada, bahwasannya investasi sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 lalu mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), investasi di Kota Mojokerto tahun 2016 mencapai Rp 75,849 miliar. Dengan jumlah investor yang memasukkan penanaman modal dalam negeri mencapai 39 orang.

Di tahun 2017, angka tersebut merangkak naik hingga Rp 121,908 miliar. Dengan jumlah investor mencapai 39 orang. Lantas di tahun lalu, investasi kembali meningkat hingga Rp 285,898 miliar lebih. Jumlah investornya mencapai 59 orang.

Praktis kenaikan investasi ini secara persentase selalu meningkat. Di tahun 2017 meningkat 60,72 persen. Dan kemudian tahun lalu, alami lonjakan hingga 134,51 persen. ’’Kurun tahun 2016 hingga 2018 selalu meningkat,’’ ujar Mochamad Imron, plt kepala DPMPTSP Kota Mojokerto.

Ia mengatakan, kenaikan itu diharapkan terus terjaga hingga akhir tahun 2019 ini. Sesuai target yang ditetapkan, kenaikan dari tahun 2018 sudah dipatok. Yakni, tahun 2019 ini mengalami kenaikan hingga Rp 300 miliar lebih. Dengan rincian target kenaikan jumlah investor mencapai 65 orang.

Meski demikian, dari catatan perkembangan nilai investasi tahun ini. Praktis, per Agustus 2019 ini saja, jumlah nilai investasi di Kota sudah menyentuh Rp 1,426 triliun lebih. ’’Sampai dengan bulan Agustus 2019 ini sudah ada 99 orang investor,’’ tambah dia.

Sektor yang mendulang kenaikan investasi, kata dia, yakni sektor perdagangan dan jasa. ’’Yang mendominasi dari bidang perdagangan dan jasa,’’ tegas Imron. Kenaikan investasi itu ditunjang pula dengan kian mudahnya pengurusan bidang perizinan dan terbukanya bidang usaha di kota.

Juga, kondusivitas keamanan daerah turut berperan penting menjamin iklim investasi dan iklim usaha. Ringkasnya jalur perizinan serta kemudahan melalui online bakal terus ditingkatkan. ’’Mudahnya perizinan sangat menunjang investasi. Harapan kami pelayanan semakin simpel dan memudahkan masyarakat,’’ pungkas Imron. 

(mj/fen/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia