Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Gelandangan Kota Ditangkap, Lalu Dievakuasi ke Rumah Aman

12 Oktober 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Seorang gelandangan yang tertidur di trotoar Jalan Residen Pamudji, Kota Mojokerto dievakuasi petugas Satpol PP ke rumah aman.

Seorang gelandangan yang tertidur di trotoar Jalan Residen Pamudji, Kota Mojokerto dievakuasi petugas Satpol PP ke rumah aman. (sofan/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menertibkan seorang gelandangan. Penyandang masalah sosial tersebut kemudian dievakuasi untuk ditangani Dinas Sosial (Disnsos). Gelandangan tersebut terjaring saat regu operasional satpol PP menggelar patroli, Jumat (11/10).

Kegiatan rutin itu dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban umum di Kota Onde-Onde. ”Saat patroli keliling, ada gelandangan yang tidur di trotoar,” terang Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono. Petugas langsung menginterogasi pria paro baya yang mangkal di pedestrian Jalan PB Soedirman, tepatnya di samping Kelenteng Hok Sian Kiong.

Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, lanjut Dodik, maka petugas melakukan evakuasi dan menyerahkan kepada Dinsos. ”Apalagi, kondisinya sepertinya sedang sakit,” imbuhnya. Untuk sementara, gelandangan tersebut ditampung di Rumah Aman di Lingkungan Balong Rawe Baru, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Selanjutnya, Dinsos akan melakukan assessment untuk menindaklanjutinya. ”Kalau masih punya rumah dan keluarga akan dikembalikan. Tapi, kalau tidak, mungkin bisa ditampung dulu di rumah aman,” tandasnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Kota Mojokerto ini, menyatakan, patroli keliling dilakukan rutin setiap hari. Kegiatan tersebut, kata Dodik, bertujuan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran perda.

Di antaranya, memantau keberadaan reklame insidensil yang tak mengantongi izin. Di samping itu, patroli juga menyasar anak bolos sekolah, pengamen dan pengemis di simpang jalan, serta hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum lainnya. ”Patroli kita lakukan 24 jam,” pungkas Dodik.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia