Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditetapkan Tersangka, Sulies Bukan Pejabat

12 Oktober 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Kajari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono saat mengekspose penetapan tersangka atas dugaan korupsi proyek irigasi air dangkal di Disperta, Jumat (11/10).

Kajari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono saat mengekspose penetapan tersangka atas dugaan korupsi proyek irigasi air dangkal di Disperta, Jumat (11/10). (sofan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto-  Pemkab Mojokerto, menyatakan, Sulies sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian (Disperta). Sejak 7 Oktober lalu, jabatan itu telah diduduki Agus Harjito. 

Kepala BKPP Susantoso Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Sulies telah mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II sejak akhir September lalu.

Sedangkan, pada 7 Oktober, status pengunduran dirinya telah di-ACC. ’’Sudah di-Plt. Kabid di situ. Agus Sujito,’’ ujarnya.

Agus Sujito adalah dokter hewan yang juga menjabat kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperta. Sejak itu, Sulies hanya sebatas staf di Disperta.

Meski kedudukannya sebagai pejabat telah digeser, namun Sulies tetap ngantor seperti biasa. Di Disperta maupun di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispari). Di Dispari, ia ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak dua tahun terahir.

Saat ini, kursinya digantikan staf ahli, Khoirunnisak. Statusnya tetap pelaksana tugas.

Mulai kemarin pagi, BKPP mencatat, Sulies tak lagi ngantor lantaran telah mengajukan cuti besar.

Cuti ini biasanya dimanfaatkan oleh ASN yang sedang ibadah haji. Karena, cuti ini bisa berlangsung hingga tiga bulan.

Sebelumnya diketahui, kejari menemukan indikasi korupsi di tubuh Disperta Kabupaten Mojokerto. Tepat pada HUT Kejaksaan RI, 22 Juli lalu, penyidik meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Dengan naiknya status tersebut, maka proses pemeriksaan dan perburuan alat bukti kian intensif. Terakhir, penyidik melakukan penggeledahan kantor Disperta di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko.

Di sana, penyidik menyita tiga kardus berkas yang berkaitan dengan proyek sebanyak 5 paket dengan 38 kegiatan itu. Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA).

Jumat (11/10), Kejari menetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah orang. ’’Saya menyebutnya S dkk (dan kawan-kawan),’’ ungkap Kajari Rudy Hartono. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia