Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pembunuh Juragan Rongsokan, Dituntut Hukuman Mati

10 Oktober 2019, 21: 31: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Dua Terdakwa Priyono dan Dantok Narianto mendengarkan pembacaan JPU dalam sidang lanjutan di PN Mojokerto, Kamis 10/10)

Dua Terdakwa Priyono dan Dantok Narianto mendengarkan pembacaan JPU dalam sidang lanjutan di PN Mojokerto, Kamis 10/10) (sofan/radarmojokerto.id)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Dua terdakwa kasus pembunuhan berencana dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mojokerto, Kamis 10/10).

Tuntutan itu disampaikan jaksa dalam sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Dua tersangka itu adalah Priyono alias Yoyok, 38, warga Dusun Tumenggung, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dan Dantok Narianto 38, warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri.

Mereka dituntut tim jaksa dengan hukuman mati, lantaran dinilai terbukti telah membunuh juragan rongsokan, Eko Yuswanto, warga Dusun Tumenggung, DesaKejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto,pada Minggu (12/5) lalu.

Nyawa korban dihabisi oleh dua terdakwa di rumah ayah Dantok, di Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kemudian dibuang dan dibakar.

”Usai melakukan penganiayaan, keduanya membuang jasad korban ke hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong,’’ ungkap salah JPU Agus Hariono, SH didampingi dua jaksa lainnya, Kusuma Wardani, SH, dan Erfandi SH.

Selama persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Joko Waluyo SH, dan hakim anggota Erhammudin, SH dan Juply S. Pansariang, SH, kedua terdakwa nampak terdiam. Saat duduk di kursi pesakitan mereka yang mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan berkopiah hanya bisa tertunduk, sembari mendengarkan pembacaan materi tuntutan yang dimulai pukul 11.50.

Setidaknya ada tiga poin materi tuntutan yang dibacakan tim jaksa. Pertama, meminta majelis hakim menyatakan kedua terdakwa tersebut terbukti bersalah, karena melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Kedua, meminta majelis hakim menyatakan dua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 181 KUHP tentang Perbuatan Menghilangkan Jenazah untuk Menyembunyikan Kematian Seseorang juncto pasal 55 KUHP. Ketiga, meminta majelis hakim mengganjar hukuman pidana mati kepada dua terdakwa.

Pasca membacakan materi tuntutan tersebut, ketua majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan atau pleidoi atas tuntutan yang dijatuhkan. Namun, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Nur Hidayat, SHmereka tidak langsung memberikan respons.

Terdakwa meminta agar majelis hakim memberikan waktu untuk menyusun pleidoi secara tertulis. Ketua majelis hakim menyetujui permintan itu dengan memberikan waktu selama satu minggu. ”Sidang selanjutnya akan dilaksanakan 17 Oktober 2019 mendatang,’’ terang Joko sembari mengetukkan palu tanda ditutupnya sidang. (hin)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia